LENSAINDONESIA.COM: Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Angkatan Udara (AU) dan Apel Komandan Satuan (Dansat) 2014 ini merupakan kesempatan yang baik bagi insan TNI AU untuk berkumpul menyamakan langkah diawal tahun ini dalam memulai kegiatan pelaksanaan program kerja tahun ajaran 2014.

Latar belakang dari pelaksanaan dan Apel Dansat ini merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI yang baru saja selesai dilaksanakan, kedua sebagai upaya untuk menetapkan konsolidasi dalam jajaran AU, sehingga lebih memantapkan peran pengabdian masing-masing sesuai bidangnya, ketiga kepedulian AU terhadap agenda nasional thun 2014 khususnya penyelenggaraan Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden mendatang.

“Rapat Pimpinan dan Apel Komandan Satuan TNI Angkatan Udara 2014 berharap dapat menjadi wahana komunikasi, informasi dan penyamaan persepsi dalam menetepakan konsistensi pembanguan TNI AU sepanjang rentang waktu 2014 yang akan diarahkan sebagai bagian integral TNI menuju postur TNI sebesar 42 persen dari kekuatan Minimum Essential Force (MEF) sekaligus sebagai sarana untuk merumuskan solusi dari berbagai permasalahan di lapangan yang menghambat kemajuan di bidang tugas masing-masing,” ujar Kepala Staff Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI I B Putu Dunia, usai membuka Rapim TNI AU dan Apel Dansat di Markas Besar Angkatan Udara, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim), Senin (27/01/14).

Menurut Kasau, memantapkan profesionalisme TNI AU merupakan suatu upaya yang harus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan tercermin pada upaya penataan peningkatan kapasitas kelembagaan atau organisasi serta interoperabilitas dengan unsur TNI lainnya. Dalam implementasinya, profesionalitas TNI ditunjukan dengan kemahiran menggunakan peralatan militer, mampu melaksanakan tugas secara terukur dan memenuhi nilai akuntanbilitas baik perorangan maupun satuan.

“Menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI yang menyiratkan dukungan TNI AU untuk mewujudkan situasi yang kondusif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam menyikapi isu-isu strategis yang dapat menjadi ancaman maupun gangguan bagi keutuhan bangsa dan Negara,” ujarnya.

Kasau menjelaskan, dalam upaya memantapkan profesionalisme TNI AU, sebagai bagian integral dari TNI akan turut berperan aktif dalam Latihan Gabungan TNI yang akan menampilkan seluruh alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) yang dimiliki. Pelaksanaan Latihan Gabungan TNI tahun 2014 memiliki dimensi taktis dan strategis serta deminsi politis dalam konteks pertahanan dan keamanan negara.

“Saat ini kita dalam proses pembangunan kekuatan dan kemampuan guna meningkatkan postur yang tangguh serta professional dalam mengemban tugas dan di tahun 2014 ini kita akan menerima lanjutan kedatangan beberapa jenis pesawat yang mrupakan bagian dari perencanaan pembangunan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara yang sudah di canangkan dalam Renstra pembangunan TNI AU tahun 2010-2014. Kemudian untuk kesiapan alutsista TNI anggaran tahun 2014, kebutuhan jam terbang sebanyak 67.541 jam yang digunakan untuk mendukung kesiagaan penanggulangan bencana, memenuhi kebutuhan latihan awak pesawat, operasi, pendidikan dan radar membutuhkan jam operasional berkisar 18 jam sehari,”jelasnya.

Kasau berharap, agar seluruh peserta Rapim dan Apel Dansat TNI AU 2014 untuk dapat menggunakan kegiatan ini dalam menyatukan persepsi dan memelihara terus sinegritas serta memantapkan profesionalisme TNI AU guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas khususnya dalam rentang waktu 2014, budayakan berpikir kreatif, inovatif, solutif dan integratif untu dapat mengedepankan subyektivitas daripada obyektivitas dalam menghadapai hambatan dalam penugasan.

“Segala permasalahan satuan masing-masing yang menjadi kendala bagi pelaksanaan tugas dalam konteks pelaksanaan tugas, baik tugas Operasi Militer Untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) agar dapat diinventarisasi untuk dapat dikomunikasikan dan di carikan jalan keluarnya sesuai batas kemampuan yang kita milki,” pungkasnya. @winarko