LENSAINDONESIA.COM: Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat perjudian bola secara online yang beromset miliaran rupiah. Delapan orang berinisial HA (25), PA (21), ZE (26), AF (24), RZ (30), RC (31), AG (24) dan YD (30) diamankan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan pengungkapan judi online ini setelah Tim Sumdaling melakukan penyelidikan ke beberapa website seperti www.dunianya.net, www.bdbola.com, agenindo.com, www.duniabola.net dll, ternyata ada indikasi perjudian. “Untuk bisa ikut judi tersebut, pemain harus mendaftar ke tangkas 88 melalui fitur hubungi kami dengan cara mengisi nama dan email dan No HP, untuk mendapatkan user ID dan password ” terangnya.

Menurut Kombes Pol Rikwanto, Satgas Khusus Judi Online menangkap para pelaku di ruang judi online di ruko komplek pertokoan Alam Sutra, Tangerang Selatan. Mereka ditangkap di satu lokasi termasuk pemilik dan penanggungjawab inisial YD

Sindikat ini memang cukup rapi karena saat dilakukan pelacakan melalui IP address, ternyata IP address itu berada di luar negeri. padahal mereka mengoperasikan dari dalam negeri. “Para tersangka punya basic pendidikan lulusan Teknologi Informasi (IT),” pungkas Kombes Pol Rikwanto.

Iptu Erwin Satrio salah satu penyidik Sumber Daya dan Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya mengatakan dalam satu minggu, omset para pelaku ratusan juta dan sebulan mencapai Rp 1 miliar. Perjudian ini sudah berjalan sejak tahun 2011. “Dari tahun 2011 sampai dengan 2013 mencapai Rp 30 miliar,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Rabu (29/1/2014).

Dari para tersangka, polisi menyita barang bukti 14 unit komputer, 4 modem, 100 lembar KTP palsu, 9 unit handphone, 17 buah token M-Banking BCA dan 5 buah token m-Banking Mandiri, dokumen-dokumen administrasi, 32 rekening Bank Mandiri dan Bank BCA.

Para tersangka dijerat Pasal 303 KUHP tentang perjudian dan Pasal 27 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (1) UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.@hermawan