LENSAINDONESIA.COM: Menjelang datangnya Hari Raya Imlek, animo masyarakat membeli perhiasan pengganti emas cukup tinggi. Sebagai bentuk penyiasatan perekonomian yang kurang baik.

Menurut Mustofo, salah manajer pemesaran di pusat penjualan perhiasan pengganti emas di gedung Graha Platino,  Jalan Dr Sutomo, Surabaya, yang ramai dikunjungi pembeli, pihaknya sudah mulai menyiapkan modifisai selama liburan kemarin.

“Kalau libur panjang, masyarakat khususnya ekonomi menengah kebawah, identik dengan pulang kampung. Biasanya mereka ingin tampil beda dengan memakai perhiasan. Makanya kita bikin yang menyerupai emas dengan moment tertentu” ujar Mustofo saat ditemui LICOM. Rabu (29/1/2014).

Modifikasi itu diantaranya dengan bentuk seperti naga, ular atau barongsai dengan warna seperti emas yang diselingi warna merah mencolok. Harganya pun cukup relatif terjangkau, mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu. Tergantung model dan tingkat kesulitan pembuatannya. â„¢

Penjualannya, lanjut Mustofo, bukan hanya di otlet-otlet di Surabaya. Tetapi pesanan dari Jakarta dan luar Surabaya, juga cukup banyak sejak seminggu lalu.

“Kalau dollar naik, saya akui dampaknya justru penjualan kita naik. Kalau dollar turun, memang ada imbas tapi nggak seberapa. Karena berapa pun turunnya dollar, harga emas masih tetap mahal,” Lanjut Mustofo.

Sementara, salah satu pembeli, Megarika, mengaku puas dengan menggunakan cincin pengganti emas. “Kalau beli emas saya nggak mampu. Makanya beli yang biasa saja yang penting pantas. Toh juga nggak kelihatan kalau bukan emas.” Tutupnya.@dony