LENSAINDONESIA.COM: Direktur Sport Persebaya, Dhimam Abror, berharap kepada meduia massa di Surabaya agar tidak mengadu domba dan memeperkeruh persoalan antara Persebaya Surabaya dengan Persebaya 1927.

Persoalan kedua klub ini semakin pelik saja, karena tak hanya para pengurus kedua klub yang berseteru tapi sudah merambah pada suporter, Bonemania dan arek bonek 27.

Dhimam Abror, yang juga Ketua Harian KONI Jatim, menyayangkan jika masih ada media yang masih tidak membantu menjernihkan persoalan.

“Tidak semestinya media mengadu domba kedua tim ini. Seharusnya menjadi peredam api pertikaian dua Persebaya,” pesannya, dalam acara HUT lensaindonesia.com, ke-4, Senin (3/2/2014) siang.

Selain itu Abror juga berharap, agar dunia sepakbola Indonesia semakin membaik.

“Seiring perkembangan jaman, sepakbola juga harus ikut maju. Namun terhambat ulah segelintir orang. kalau dulu kita beli tiket untuk sepakbola saja. Untuk tahun-tahun ini satu tiket bisa melihat tiga olahraga, yaitu sepakbola, pencaksilat atau karate, serta panjat tebing,” sindirnya sambir berkelakar.

Selain itu, Abror juga bangga dengan banyaknya tim Jatim yang berlaga di ISL.

“Sebanyak enam tim asal Jatim yang ramaikan ISL, itu sudah menjadi kebanggan tersendiri, hanya saja suporter dari masing-masing tim bermusuhan satu dengan lainnya,” pungkas Abror.@angga_perkasa