LENSAINDONESIA.COM: Selalu terjadi permasalahan saat tengah dilakukan relokasi warga yang menempati lahan yang akan di bangun waduk maupun penghijauan. Kali ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugam, untuk belajar mengenai upaya pemindahan warga yang berada di bantaran kali dan sungai ke rumah susun yang dibangun Pemprov DKI.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, bahwa Singapura telah berhasil melakukan pemindahan warga ke rumah susun sejak 40 tahun lalu.

“Belajar dari Singapura juga 40 tahun yang lalu sama mindahin orang ke rumah susun yang lebih baru pun orang protes. Tapi setelah 2 dan 4 tahun di rumah susun dan ekonomi baik, masyarakat jadi senang,” ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/14).

Singapura juga akan membuat konsep rumah susun dan tender pengadaan barang di rumah susun serta hukum aturan di rumah susun yang akan diberikan untuk Pemprov DKI.

“Nah, Singapura akan membikin konsep seperti apa kita mau belajar aja, dia tawarin sesuatu yang baik. Selama ini kita sudah bekerja sama Singapura kan kita,” ungkapnya.

Ahok menjelaskan bahwa ada perbedaan yang mencolok antara Kota Singapura dan Kota Jakarta. Di Singapura, semua diatur pemerintah mulai dari pembebasan lahan serta pembangunan rumah susun. Namun di Jakarta, pembebasan lahan dan pembangunan rumah susun menjadi tanggung jawab masing-masing.

“Perbedaannya kalau Singapura semuanya dia yang ngatur, BPN (Badan Pertanahan Nasional) juga. Nah, kalau Jakarta kan sebatas Pemda yang kalah dengan
undang-undang. Polisi pun bukan di bawah kita. Polantas juga bukan di bawah kita,”pungkas Ahok. @silma