LENSAINDONESIA.COM: Salah satu peserta konvensi Capres Demokrat, Irman Gusman mengkritik keras pemerintahan SBY yang hanya dinilai mementingkan pertumbuhan ekonomi namun gagal dalam menciptakan pemerataan ekonomi.

Menurut Irman Gusman, angka Gini Ratio Indonesia saat ini masih tinggi yaitu sekitar 4,0 yang artinya masih tinggi kesenjangan ekonomi. Hal itu menurut Irman Gusman karena Indonesia fokus mengejar pertumbuhan ekonomi namun terlambat dalam pemerataan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi makro meningkatkan jumlah kelompok menengah. Kita selama ini fokus mengejar pertumbuhan sehingga terlambat (pemerataan), menyebabkan kesenjangan,” ujar Irman Gusman.

Irman Gusman mengatakan, Indonesia kini perlu melakukan akselerasi dalam membangun kemajuan seperti membangun pusat-pusat pembangunan. Sehingga, pembangunan Indonesia tidak menjadi menjadi Jakartasentris.

“Meskipun kita menganut desentralisasi namun masih terpusat di Jakarta,” sindir Irman Gusman.

Irman Gusman mencontohkan wilayah Provinsi Jawa Barat yang berperan dalam penanaman modal asing namun kemiskinan di daerah tersebut di atas rata-rata nasional.

Irman Gusman menyarankan untuk menumbuhkan industrialisasi di segala bidang sehingga menimbulkan efek positif bagi masyarakat.

“Harus ada pembangunan ekonomi di Jawa Barat agar tidak jadi paradoks di wilayah tersebut. Namun wilayah Karawang harus tetap menjadi sentra pertanian,” tegas Irman Gusman.

Irman Gusman pun menilai, sektor pertanian harus diperhatikan karena tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan menyerap jumlah tenaga kerja yang banyak. “Sektor pertanian harus dikejar secara maksimal,” katanya.@endang