LENSAINDONESIA.COM: Suprianto (22) warga Tarakan Kaltim yang kos di Jl Kedungdoro, harus meringkuk di sel tahanan polisi setelah dilaporkan orang tua AS (14) warga Jl Banyuurip ke unit PPA Polrestabes Surabaya. Tersangka yang bekerja sebagai loker boy di Hotel Mentari kawasan Kedungdoro itu dituding telah menyetubuhi korban yang masih dibawah umur.

Kasus ini bermula ketika keduanya berkenalan melalui HP lewat jasa Nia, teman tersangka. Suprianto yang mengawali telpon dan mulai melancarkan jurus-jurus rayuan pada AS yang masih polos. Setelah empat hari berkenalan lewat telpon, keduanya sepakat bertemu untuk menonton konser di Grand City. Dengan lagak perlente, pelaku pencabulan ini menjemput AS di rumahnya dengan mengendarai taksi.

Tapi bapak dua anak ini malah merencanakan aksi pencabulan terhadap AS yang masih belia. Bukannya mendatangi konser di Grand City, Suprianto malah mengarahkan sopir taksi menuju hotel short time yakni Hotel Mentari di kompleks Ruko Kedungdoro, tempatnya bekerja.

Dengan mengaku masih bujang, Suprianto terus merayu pelajar SMP ini agar mau disetubuhi di dalam kamar hotel. Tak lupa, pelaku pencabulan ini juga berjanji akan bertanggung jawab bila AS nanti hamil akibat hubungan terlarang itu.

Singkat kata, Suprianto berhasil melancarkan aksi mesumnya dan baru mengantarkan AS pulang pada larut malam. Ketagihan dengan tubuh molek AS, pria cabul ini kemudian mengulang lagi perbuatannya keesokan harinya dan hingga larut malam baru mengantar pelajar SMP itu pulang.

Orangtua korban yang curiga anak gadisnya dua hari berturut-turut dipulangkan malam oleh pria yang baru dikenalnya lantas menginterogasi AS. Setelah didesak lama, pelajar SMP ini baru mengaku telah melakukan hubungan badan dengan Suprianto selama dua hari berturut-turut. Sontak saja, cerita mengejutkan itu membuat keluarga AS emosi dan melaporkannya ke Unit PPA Polrestabes Surabaya.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Suratmi dengan cepat bertindak dengan mengamankan pelaku dari tempat kerjanya. Awalnya Suprianto sempat mengelak telah melakukan pencabulan terhadap korban. Namun setelah diinterogasi dalam ruang penyidikan, bapak dua anak ini akhirnya mengakui semua perbuatannya. “Dalam pemeriksaan dia mengaku perkawinannya gagal walau telah dikaruniai dua anak. Tersangka juga mengaku telah menyetubuhi korban sebanyak dua kali,” terangnya, Rabu (12/2/2014).

Pada wartawan LensaIndonesia, tersangka pencabulan ini tak mengelak disebut telah menyetubuhi korban yang masih di bawah umur. “Tapi saya melakukannya atas dasar suka sama suka dan saya siap bertanggung jawab kalau nanti dia hamil,” ujar Suprianto enteng.@rofik