LENSAINDONESIA.COM: Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara sudah mulai meremajakan semua alutsista udaranya, mulai dari pesawat jenis latih dasar hingga pesawat tempur canggih.

Setelah menerima kedatangan pesawat latih atau tempur Sukhoi 30, Super Tucano dan pesawat latih Grob, selama beberapa bulan ini TNI AU telah menerima enam belas pesawat tempur T-50i Golden Eagle sebagai pengganti pesawat latih Hawk 53 sejak tahun 1980an memperkuat skuadron Udara 15 Pangkalan Udara Iswahyudi dan keenam belas pesawat latih atau tempur T 50i Golden Eagle buatan Korea Aerospace Industrise.

Acara serah terima pesawat T 50i tersebut disaksikan langsung Presiden RI DR Susilo Bambang Yudhoyono, Kasad Jenderal TNI Budiman,, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr Marsetio, Kasau Marsekal TNi Ida bagus Putu Dunia, Kasum TNI Boy Syahril Qamar, SE, Dubes Republik Korea Selatan untuk Indonesia, Kepala Staff Angkatan Udara Korea Selatan, Pimpinan KAI.

Menurut Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, pesawat tempur ringan T 50i ini akan digunakan sebagai pesawat pengganti Hawk MK 53 yang menjadi bagian dari skuadron udara 15 Lanud Iswahyudi  di bawah komando Operasi Angkatan Udara II. Pesawat ini akan meningkatkan peran TNI dalam mengemban tugas yang lebih besar dalam menghadapi tantangan yang lebih komplek di masa yang akan datang.

“Untuk itu T50i merupakan pesawat latih supersonik buatan Amerika –Korea dan dikembangkan oleh Korean Aerospce Industry dengan buatan Lockheed
Martin dan pesawat T 50i mampu ditempatkan digaris depan sebagai Light Fighter yang di lengkapi peralatan tempur (Missile Guide atau Unguided, Rocket, Bomb, canon 20 mm serta radar), pesawat ini bisa di gunakan untuk keperluan latih lanjut (Advance Training)bagi penerbang tempur,”kata Menhan usai serah terima pesawat T 50i di taxi Echo Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (13/2/14).

Sementara itu, Kadispenau Marsekal Pertama TNI, Hadi Tjahjanto mengatakan, pesawat T50i ini akan di gunakan sebagai pesawat Fighter Lead in Trainer (melatih calon penerbang tempur)di tenagai sebuah mesin General Electric F 404-GE -102 yang mampu menghasilkan daya dorong sekitar 17.700 pounds dengan after burner dan 11.000 pounds dengan tenaga Mil Power. Bila dibutuhkan kecepatan maksimal 1,5 Mach atau 1,5 kali kecepatan suara atau 1600 km/jam). Dalam konfigurasi lengkap pada bobot maksimal 27.322 pound (14 ton)pesawat ini mampu menanjak hingga ketinggian maksimal 55.000 kaki dari permukaan laut. Di sain penampilan sekilas mirip dengan F 16.

“Pesawat tempur T 50i memiliki kelincahan, kepraktisan dan kemampuan persenjataan untuk di gunakan dalam misi multirole. Sanggup bertempur di udara dan cukup mematikan terhadap sasaran bawah. Total kapasitas angkut persenjataan sekitar 10.500 pound (5 ton).  Pesawat ini di lengkapi  kanon Gatling internal tiga laras Genaral Dynamic 20 mm yang mampu menyeburkan 2.000 peluru per menit. Kanon ini ditempatkan di sisi kiri kokpit tepat di leading edge extension pesawat. Lima external station pada bagian under fuselage dan under wing serta dua missile launcher rail pada wing tip untuk membawa semua jenis bom, rudal ataupun roket,” kata kadispenau. @winarko