LENSAINDONESIA.COM: Jelang Komjen Pol Oegroseno memasuki masa pensiun akhir Februari 2014 ini, posisi Wakapolri mulai ramai dibicarakan. Ada tujuh nama perwira tinggi Mabes Polri berpotensi mengisi posisi Oegroseno.

Beberapa nama disebut-sebut memiliki peluang untuk menggantikan Oegroseno di jabatan tersebut. Mulai perwira jenderal bintang dua sampai bintang tiga. Mereka diantaranya, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Komjen Pol Badrodin Haiti, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Anton Bachrul Alam, Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar, Kabareskrim Polri Komjen Pol A Suhardi, Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol) Polri Komjen Pol Budi Gunawan, Kepala Badan Intelejen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Pol Suparni Parto, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno.

Terkait siapa pejabat baru yang bakal menduduki posisi Wakapolri ini, Ketua Pusat Data DPD Lembaga Pengawas Anggaran Indonesia (LPAI) Jawa Timur, Sutikno menyatakan, pengganti Oegroseno harus seorang perwira yang mumpuni. Sebab di tahun politik sekarang ini, dibutuhkan adanya jaminan keamanan dan ketertiban, agar tercipta suasana kondusif.

“Memang semua bermuara pada peningkatan kualitas demokrasi. Karena itu polisi yang independen dan professional sangat dibutuhkan,” ungkapnya melalui rilis yang diterima LICOM, Senin malam (25/02/2014).

Menurutnya, menuju polisi yang independen, bisa dimulai jika unsur pimpinan kepolisian bebas dari tekanan dan intervensi politik. “Duet Sutarman-Oegrooseno sudah cukup bagus dalam mengawal demokrasi. Namun Februari ini Oegroseno sudah memasuki masa pension. Tentunya dibutuhkan pengganti yang sesuai,” paparnya.

Dari tujuh calon tersebut LPAI menilai, Komjen Pol Badrotin Haiti merupakan sosok yang tepat menjadi Wakapolri di tahun poltik. Sebab, Badrodin memiliki pengalaman empat kali menjadi Kapolda di daerah barometer politik dan rawan konflik.
Diketahui, lulusan Akpol 1982 itu pernah menjadi Kapolda di daerah yang menjadi barometer politik nasional yakni Jatim dan Sumut. Ia juga pernah menjadi kapolda daerah rawan konflik yakni Kapolda Sulteng.

“Badrotin Haiti mungkin lebih berpeluang. Beliau peraih Adhi Makayasa atau lulusan terbaik angkatan 1983,” papar Sutikno.

Sementara calon yang memiliki peluang terkecil adalah Komjen Pol Komjen Pol Anton Bachrul Alam tidak layak sebab memasuki pensiun pada Agustus 2014.

DPD LPAI Jatim menilai, ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan Wakapolri di tahun politik, diantaranya:

1. Wakapolri netral dalam pesta demokrasi baik Pileg maupun Pilpres. Pada presiden 2014 nanti tidak sosok incumbent, dikhawatirkan banyak pihak yang mau maju akan menggoda kepolisian agar memberikan keuntungan politik, sebab dalam proses pemilihan polisi ada dari mulai TPS sampai ke final penghitungan.

2. Peningkatan gejolak politik tahun ini dapat mengganggu stabilitas keamanan, sehingga harus secepatnya diatisipasi. Oleh sebeb itu dibutuhkan Wakapolri dengan syarat sebagai berikut:

a. Usia pensiun minimal sema dengan Kapolri, Jenderal Pol Sutarman pensiun Oktober 2015. Wakapolri punya peran penting, dalam proses regenerasi sebab dia akan menjadi jembatan antara Kapolri Sutarman dengan Kapolri Baru yang akan diusulkan oleh presiden baru pula.

b. Memiliki pengalaman dan harus mampu bekerja sama dengan Kapolri.

c. Tahun politik dibutuhkan polisi yang independen dan professional, makanya dibutuhkan Wakapolri yang mampu bekerja sama dengan institusi lain.

d. Mampu menjaga soliditas internal kepolisian, dibutuhkan Wakapolri yang senior.