LENSAINDONESIA.COM: Partai Golkar mengapresiasi peran tokoh agama dalam mengawal suasana Pemilu 2014. Partai Golkar juga berharap, para tokoh agama berdiri netral saat Pemilu 2014 berlangsung. Sehingga setiap potensi memperkeruh suasana Pemilu 2014 bisa diantisipasi.

“Partai Golkar menyambut baik peran tokoh agama untuk ikut mengamankan pelaksanaan Pemilu,” ujar anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Tb. Ace Hasan Syadzily pada LICOM Jakarta, Selasa (25/02/2014).

Dia mengatakan, setiap elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga suasana kondusif keberlangsungan Pemilu 2014. Utamanya para tokoh agama yang diharapkan memberi berbagai pencerahan dan pemahaman pentingnya Pemilu kepada seluruh umat dan pengikutnya.

Dengan demikian, masyarakat bisa meneladani para tokoh agamanya untuk menjaga suasana kondusif Pemilu 2014.Sebagai bangsa majemuk yang terdiri dari banyak agama, menurutnya, setiap warga Indonesia berkewajiban menjaga ketertiban dan keamanan saat berlangsungnya Pemilu. Apalagi dengan kultur masyarakat Indonesia yang terkenal sebagai bangsa ramah yang hidup dengan penuh kedamaian.

“Dengan demikian, setiap warga negara Indonesia wajib menjaga keamanan dan kondusifitas Pemilu. Karena itu, sangat diperlukan peran aktif dari tokoh agama untuk menjembatani pesan dan semangat perdamaian serta keamanan itu kepada seluruh umatnya,” ungkap Ketua Yayasan INCIS ini.

Politisi yang pernah mengikuti program Youth Islamic Leader di Ohio University ini menambahkan, terjalinnya kerukunan antar umat beragama harus terus diupayakan oleh setiap masyarakat. Khususnya dalam penentuan pemilihan pemimpin bangsa periode 5 tahun ke depan.

“Partai Golkar meyakini, peran aktif para tokoh agama akan memberikan efek signifikan bagi keberlangsungan Pemilu secara aman, damai dan tenang. Jangan lagi ada dugaan dan tudingan miring terhadap suatu kelompok agama yang satu dengan yang lain. Sehingga kita bisa membangun negara ini,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2010 terdapat 1.340 suku dan 6 agama resmi yang ada di seluruh Indonesia. Sementara jumlah penduduk Indonesia mencapai 245 juta jiwa. Artinya, peran tokoh agama sangat sentral dalam memberikan pemahaman komprehensif bagi setiap umatnya, tentang arti penting Pemilu 2014.@endang