Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
CANTIKA

Serda Dessy: Atraksi terjun free fall harus memiliki nyali besar 

LENSAINDONESIA.COM: Dari sekian banyak atraksi yang berlangsung di Bali Aero Sport Festival (BASF) 2014, atraksi terjun free fall merupakan atraksi paling menantang, yang ditunjukkan oleh peserta gabungan dari FASI (Federasi Aero Sport Indonesia), Paskhas maupun Kowad Kopassus.

Menurut salah satu penerjun free fall Kopasus, yang merupakan seorang wanita, yaitu Sersan Dua (Serda) (K) Dessy Alfionita, terjun free fall memang merupakan salah satu olahraga yang sangat menantang, dan saat terjun free fall, kita harus bisa membaca situasi dan kondisi cuaca. Secara kebetulan angin di Bali saat ini kencang sekali, sehingga kita harus dapat mengendalikan payungnya.

“Saya pas terjun dari ketinggian 8000 kaki, dengan angin yang sangat kencang sekali di Bali, nyali kita disini benar-benar diuji, kita harus bisa mengendalikan payung tersebut agar bisa sampai ke landasan dengan selamat,” kata Dessy, di ajang BASF 2014, di Legian Kuta Bali, Minggu (23/02/14) lalu.

Dessy menambahkan, di Kowad Kopassus untuk melakukan terjun free fall ini harus dibutuhkan nyali yang besar, ditambah dengan latihan yang terus menerus demi mendapatkan prestasi yang menggembirakan.

“Saya, kalau terjun free fall kalau pas ada kegiatan untuk melakukan atraksi dan saya pernah mengikuti 37th World Military Pharachuting Championship 2013 di Qionglai, China. Di situ saya mendapatkan peringkat ke- 5 dari 42 negara peserta,” pungkasnya.

Aksi Serda Dessy sendiri, mendapat antusias yang cukup besar dari wisatawan asing maupun lokal, yang datang menyaksikan ajang BASF 2014. Mereka berdecak kagum dengan atraksi para motor, strike, gantolle, aeromodeling, termasuk aksi terjun payung free fall yang ditunjukan Serda Dessy. @winarko

Baca Juga:  HTI dibubarkan, Giliran individu penyebar khilafah harus ditindak tegas