LENSAINDONESIA.COM: Maslichah (34) ibu rumah tangga, pelaku pencabulan sejumlah bocah SD dan SMP akhirnya divonis tiga tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri  (PN) Surabaya.

Dalam sidang tertutup di ruang Kartika II PN Surabaya ini, sidang pencabulan itu dilakukan secara cepat. Sebab awalnya sidang mengagendakan keterangan saksi korban namun Majelis Hakim Ketua Bambang Hermanto melanjutkan agenda sidang hingga ke pembacaan putusan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Nyoman Sugiharta mendatangkan dua korban AN (14) dan RV (13) yang merupakan bocah SMP di kawasan Jl Gembili, Surabaya, sebagai saksi. Salah seorang saksi lain yakni guru kedua korban. Ketiganya kompak membenarkan jika terdakwa telah melakukan tindakan kekerasan, serangkaian ancaman, kebohongan, tipu muslihat dan membujuk anak-anak untuk mau dijadikan korban pencabulan.

“Intinya saksi membenarkan dan menjelaskan telah menjadi korban tindakan asusila sebagaimana yang didakwakan terhadap terdakwa,” ujar Nyoman ketika ditemui usai sidang, kemarin.

Usai mendengarkan keterangan para saksi, sidang pencabulan langsung dilanjut dengan pemeriksaan terdakwa dan tuntutan. “Kami sekaligus menuntut terdakwa selama empat tahun penjara denda Rp 60 juta subsidair 2 bulan kurungan. Terdakwa menyalahi pasal 82 UU RI no 28/2002 tentang perlindungan anak,” urai I Nyoman.

Tak butuh waktu lama, Hakim Bambang Hermanto langsung menjatuhkan vonis kepada penjaga rental kaset permainan itu hukuman selama tiga tahun penjara serta denda Rp 60 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Sementara itu, Frendika, penasehat hukum terdakwa menyatakan menerima putusan majelis hakim terhadap kliennya. Hal itu pula yang disampaikan terdakwa usai pembacaan vonis dan menandatangani berkas berita acara persidangan. “Terdakwa mengakui dan menyesal melakukan pencabulan. Jadi langsung menerima, jaksa juga menerima,” singkat Frendika.

Untuk diketahui, Perbuatan Maslichah ini mulai tercium petugas pada Juli 2013 lalu saat keluarga korban melaporkan perbuatan pencabulannya ke Polrestabes Surabaya. Dalam keterangannya di hadapan penyidik, Maslichah melakukan perbuatan bejat itu lantaran suaminya kerap marah-marah dan tidak sering bercengkerama dengannya.@ian