Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Bapak-anak `kompak` tipu pabrik kertas Rp 6 miliar 

LENSAINDONESIA.COM: Pabrik Kertas PT Pakerin, melalui kuasa hukumnya, Pieter Talaway, mendesak penyidik Polrestabes Surabaya segera menetapkan Andreas Supangat sebagai tersangka penipuan pemesanan kertas senilai total Rp 6 miliar.

Andreas tak lain adalah bapak kandung Rio Alfrian Supangat, Bos UD Alfrianindo Jaya Sejahtera, warga Jl Rungkut Barata, yang Kamis (27/2/2014) kemarin dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Linda dari Kejari Surabaya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

“Sebenarnya bapak-anak ini kami laporkan berbarengan di Polrestabes Surabaya sejak setahun yang lalu. Hanya saja oleh penyidik polisi berkas anaknya dilimpahkan duluan yang saat ini sudah masuk dalam proses tuntutan di Pengadilan,” ujar Pieter Talaway, Jumat (28/2/2014).

Andreas sendiri tidak terima namanya disangkut pautkan dalam kejahatan yang dilakukan anaknya. Untuk membersihkan namanya, Andreas memasukkan gugatan perdata terhadap pabrik kertas yang beralamat di Jl Kertopaten 3 ini ke PN Surabaya.

Diakui Pieter Talaway, gugatan perdata Andreas terhadap kliennya proses sidangnya sudah berlangsung beberapa kali di PN Surabaya dan masih belum selesai. “Itu hak dia untuk memulihkan namanya dan menuntut kita secara perdata. Tapi saya rasa Andreas tidak bakal bisa mengelak. Sebab kami ada bukti kuat kalau dia bekerja sama dengan anaknya melakukan penipuan terhadap PT Pakerin sehingga klien kami dirugikan senilai Rp 6 miliar,” ujar Pieter Talaway.

Bukti kuat yang dimaksud, karena Andreas dikatakan juga turut meminta PT Pakerin mentransfer uang, dengan dalih delivery order kertas, senilai Rp 1 miliar ke rekening atas namanya pribadi, dari total modus delivery order yang dilakukan bersama anaknya senilai Rp 6 miliar. “Kami pegang bukti transfer ke rekening atas nama Andreas itu dan sudah diserahkan ke penyidik polisi. Makanya tak lama lagi dia akan menyusul anaknya ditetapkan sebagai tersangka,” terang Pieter Talaway.

Baca Juga:  Kemenhub pastikan penerbangan Garuda penuhi aspek keselamatan dan keamanan

Sementara terkait tuntutan 2 tahun penjara yang diajukan JPU Linda dalam persidangan anak kandung Andreas, Rio Alfrian Supangat, pada Kamis (27/2/2014) lalu, Pieter Talaway mengaku akan menyampaikan pledoi dalam agenda persidangan pekan depan. JPU menyatakan terdakwa Rio dinilai terbukti secara meyakinkan melakukan tindak pidana sesuai pasal 372 dan 378 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan.

Menurut Pieter Talaway, tuntutan 2 tahun penjara oleh JPU, dari ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara, sebenarnya sudah cukup tinggi. “Tapi kalau dilihat kerugian PT Pakerin yang mencapai Rp 6 miliar, seharusnya tuntutan JPU bisa lebih dari itu,” ungkapnya. Ditandaskannya, jika urusan pidananya sudah rampung, PT Pakerin rencananya juga akan memasukkan gugatan perdata terhadap duet bapak dan anak ini. @ian