LENSAINDONESIA.COM: Pihak pengelola lembaga pendidikan diharapkan lebih memperhatikan persoalan administrasi dan kehumasan. Sebab, kedua persoalan tersebut merupakan jantung sekolah.

Pernyataan itu dilontarkan Kepala Bidang Pendidikan Hidayatullah Jawa Timur, Nanang Noerpatria dalam surat elektroniknya pada LICOM, Minggu (02/03/2014).

Nanang mengatakan, sekolah Hidayatullah di Jawa Timur harus memiliki SDM administrasi dan humas yang profesional. Hal itu sebagai jawaban tuntutan kebutuhan sekolah yang semakin tinggi.

Lebih lanjut kata Nanang, selain guru, petugas administrasi dan humas adalah jantungnya sekolah. Itu yang mendorong peningkatan kualitas pada dua bidang (admin dan humas) harus selalu diupgrade.

Atas dasar itu, sekolah-sekolah yang berada dalam naungan Yayasan Hidayatullah melakukan pelatihan bidang administrasi dan kehumasan sekolah.

Yohan Winarna, salah peserta pelatihan mengatakan tertarik dengan pelatihan ini karena tuntutan profesi di sekolahnya. Selama ini, kata dia, autodidak dalam melakukan proses kehumasan.

“Yang kami kerjakan selama ini kehumasan adalah bagaimana pola banding sekolah, tapi pada pelatihan ini dikupas tuntas tentang target Market, positioning Market, serta menentukan besaran biaya sesuai dengan analisa SWOT,” kata ia.

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diisi oleh praktisi yang mumpuni pada bidangnya.
Muchtar Mahmudi selaku Ketua Panitia mengatakan pada bidang Humas pada pelatihan dibimbing oleh Andi Farouq, praktisi humas dari Surabaya.

“Peserta diajarkan konsep marketing dalam pemasaran sekolah. Membaca celah pasar serta cara etika komunikasi di media,” terangnya.

Selain itu, bidang administrasi di isi oleh Adi Purwanto, Head Office Hidayatullah Surabaya. Akan menyampaikan penataan administrasi di sekolah sesuai standar baku.

Harapannya paska pelatihan ini, seluruh bidang administrasi dan humas sekolah Hidayatullah di Jawa Timur lebih meningkat dari sisi kualitas dan profesionalitas.@licom