Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Kuliner

Jangan ke Surabaya tanpa sensasi “Ayam Sorry” 

Menjelajahi sudut-sudut Kota Pahlawan rasanya hambar jika tak mencicipi sajian kuliner Surabaya yang satu ini. So, resto Bumbu Desa siap memanjakan dan memberikan romansa lidah para penyuka kuliner. “Ayam Sorry”, itulah menu baru dengan sensasi pedas  khas masakan Jawa.  

LENSAINDONESIA.COM: Berdasar sejarahnya, resep “Ayam Sorry” ini turun temurun dari keluarga Erwin “Super Bejo Gol Gol” selaku Owner sekaligus pencipta masakan yang menjadi menu andalan baru di rumah makan di Jalan Tunjungan 50 Surabaya yang belum genap berumur sebulan.

Asistant Manager Bumbu Desa David Sanjaya, mengatakan racikan “Ayam Sorry” ini memakai bumbu jangkep yang artinya lengkap. Namun, bumbu jangkep yang digunakan tersebut kebanyakan mengandung unsur panas.

“Uniknya tingkat kepedasan menu satu ini mencapai hingga level 25, bisa dikatakan super pedas sekali,” ujar David kepada lensaindonesia.com

Senada dengan David, Sumadi selaku juru masa Bumbu Desa mengimbuhkan, untuk komposisi satu ekor ayam kampung menggunakan sekitar 1 kg cabe rawit dan 1/4 kg cabe keriting.

Sedangkan proses pembuatannya membutuhkan bahan-bahan satu ekor ayam kampung dipotong menjadi 60 potong kecil-kecil, setelah itu dicuci bersih kemudian dimasukan kedalam bumbu yang sudah ditumis.

Sementara bumbu “Ayam Sorry” ini terdiri dari 15 siung bawang putih, 10 siung bawang merah, Merica 1,5 sendok teh, Jahe 2-3cm, Kunyit satu butir, Jinten 1,5 sendok teh dan Cengkeh 7 butir serta pala sebanyak satu butir.

“Bumbu-bumbu tersebut dihaluskan terus ditumis sampai matang dan harum, setelah itu dikasih minyak sedikit. Setelah itu baru dimasak jadi satu sama ayamnya itu,” urainya.

Untuk satu porsi “Ayam Sorry” dibandrol Rp 22.500. Dalam sehari menu baru ini bisa laku sampai 20 porsi lebih. Untuk satu porsi “Ayam Sorry” ini sendiri setidaknya terdiri dari tiga potong daging ayam. “Tidak jarang banyak pengunjung yang kesini ini hanya untuk ‘membontot’ menu ini,” tandasnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi tanggapi isu masa jabatan presiden jadi tiga periode

Menu andalan dari Bumbu Desa yang terbaru ini mulai di perkenalkan kepada pengunjung sekitar belum berumur sebulan. sebelumnya, rumah makan Bumbu Desa memiliki menu andalan bernama “Tongkol Mercon”. Karena dianggap kurang booming akhirnya muncullah “Ayam Sorry” dengan sensasi rasa pedasnya. @dony_maulana