LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo menilai Calon Hakim Mahkamah Konsitusi (MK) seperti “Jaka Sembung bawa golok”, artinya tidak ada yang nyambung dan layak menggantikan kursi hakim kontitusi yang ditinggalkan mantan Ketua MK Akil Mochtar. Semua di bawah rata-rata kualitas ideal.

“Kita lihat tadi (proses seleksi) tidak ada yang menguasai secara dalam. Tim pakar juga sampaikan hal yang sama. Bahkan, beberapa jawab seperti “Jaka Sembung bawa golok, ga nyambung”,” ungkap anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesetyo (Bamsoet) dari Fraksi Golkar di Gedung DPR, Senayan, Selasa (3/3/14).

Bamsoet menyimpulkan dari 10 peserta seleksi yang mengikuti proses seleksi yang diprakarsai Komisi III DPR RI selama dua hari ini, penguasaan masalah konstitusi sangat jauh dari status gelar yang disandang.

“Jujur kami Komisi III sampai hari ini, masih kecewa, karena belum temukan sosok yang kita harapkan mampu wakili DPR di MK. Yang miliki kualifikasi minimal seperti Mahfud MD,” tegas Bamsoet.

“Kita dua hari ini mengikuti dengan cermat cara mereka jawab, cara menguasai masalah konstitusi. Memang masih jauh dari harapan, tidak menutup kemungkinan kami Komisi III mungkin akan tolak semua. Tergantung nanti rekomendasi dari tim pakar, ” tambahnya.

Kalau tim pakar menyampaikan nantinya ada beberapa yang memenuhi standar/kualifikasi, kemungkinan akan dipertimbangkan Komisi III. Jika tim pakar sependapat dengan Komisi III proses selama dua hari tidak ada yang berkualitas, jelas akan dikesampingkan semua. “Masa di negara ini tidak ada yang bagus dua orang saja,” kata Bamsoet.

“Kita minta nanti tim pakar berperan aktif uber bola. Cari tokoh akademisi yang mumpuni untuk mewakili DPR di MK,” tandas Bambang Soesatyo,

Sosok ideal yang dicari Komisi III, Bamsoet mempertegas, Negarawan dan menguasai hukum konstitusi.

Komisi III akan bersedia berkorban. Artinya, menjelang reses dan Pemilu ini, Komisi III akan menyurati pimpinan DPR. “Untuk berikan waktu bersama dengan tim pakar aktif mencari figur untuk mewakili kita dua orang ini, kalau nanti dalam keputusan akhir besok kita lihat, putuskan gak ada yang memenuhi standar,” katanya. @ endang