LENSAINDONESIA.COM: Maraknya tudingan pemotongan hak karyawan kebun binatang Surabaya (KBS) langsung dibantah pihak manajemen perusahaan daerah taman satwa (PDTS) KBS. Begitu juga soal upaya menggantung nasib para penggawa KBS serta kebijakan ‘sadis’ sama sekali jauh dari konsep manajemen baru ini.

Direktur Utama PTDS KBS Ratna Achjuningrum, menegaskan pihaknya sama sekali tidak pernah melakukan pemotongan terhadap hak karyawannya sebagaimana yang ditudingkan. “Tidak ada satupun hak karyawan yang kita kurangi. Semua hak karyawan kita berikan,” ujarnya saat ditemui LICOM di kantornya, Selasa (4/2/2014).

Menurut dia, hak-hak karyawan yang diasumsikan tersebut merupakan kesalahpahaman saja antara manajemen dan penggawa KBS. Justru perhitungan uang lembur karyawan diperbaiki sesuai Undang-Undang.

“Yang jelas semua bentuk usaha yang dilakukan oleh KBS merupakan dana penghasilan dari kebun bintang, bukan merupakan milik perseorangan karyawan. Jika pada akhir tahun terbukti KBS itu laba, maka akan dikembalikan labanya ke karyawan dalam bentuk jasa produksi,” beber Ratna.

Berkaitan itu, dia hanya meminta pengelolaan diserahkan sepenuhnya kepada manajemen dan bukan individu. Sehingga tak serta-merta para oknum tersebut bebas melakukan pemungutan.

“Parkir sekarang dikelola oleh PDTS, kita ambil hasil pengelolaannya. Keuangannya dilaporkan, pajaknya dibayarkan dan jika untung akan kita kembalikan ke karyawan. Jadi resmi semuanya,” tandas Ratna.

Sementara, terkait kebijakan masa pensiun karyawan yang diperpendek dari 60 tahun menjadi 56 tahun, Ratna menegaskan hal itu sudah sesuai aturan, yaitu mengacu pada peraturan UU 13 Tahun 2003.

Dijelaskan, jika memang ada karyawan secara personal belum siap pensiun pada usia tersebut, maka bisa mengajukan surat ke manajemen. Nantinya pihak manajemen akan membantu dalam bentuk dukungan lainnya.

“Jadi kita punya daftar nama karyawan yang sudah mencapai angka 56 tahun dan itu sudah kita sampaikan. Kalaupun masih ada yang bisa dipekerjakan melebihi batas usia itu, maka kita akan melakukan bentuk pengikatan lain. Misal tenaga bantuan yang akan kita kontrak,” kata Ratna.

Sebelumnya perwakilan penggawa KBS Maidi, mengatakan pemotong tersebut sudah dilakukan manajemen PDTS sepanjang satu bulan ini. Dia bersama teman-temannya tak terima dan menuntut adanya pembahasan lebih lanjut antara perwakilan karyawan dan manajemen KBS.

“Sangat kecewa sekali, hak karyawan semuanya dikurangi. Apalagi untuk usia pensiun juga diperpendek. Menurut pengurus yang lama pensiun karyawan itu 60 tahun, sekarang jadi 56 tahun. Teman-teman yang sudah usia 56 tahun ini kesusahan,” jelasnya pada LICOM di kompleks KBS usai menggelar aksi menuntut hak, Selasa (4/2/2014).

Menurut Madi, hak karyawan lainnya yang juga dipreteli diantaranya lencana untuk karyawan yang pensiun berupa emas seberat 25 gram. Kemudian, aset koperasi diambil alih manajemen. Pendapatan uang parkir sepeda motor tak lagi dibagikan ke karyawan serta komisi hewan tunggangan ditiadakan. @sarifa