LENSAINDONESIA.COM: Anggota Timwas Century DPR RI dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penanganan kasus skandal bailout Bank Century yang dinilainya semakin menemukan titik jelas tentang siapa aktor intelektual yang paling bertanggung jawab.

Bahkan, Bambang Soesatyo yang sejak awal lantang dalam penyelesaian kasus ini menilai, pembuktian keterlibatan Boediono akan semakin menemukan titik terang.

“Wakil Ketua KPK Busryo Muqoddas bahkan telah memberi sinyal bahwa dalam berkas dakwaan Budi Mulya yang akan dibacakan jaksa penuntut akan mengungkap aktor intelektual di balik kasus tersebut. Saya atas nama inisiator Hak Angket dan Timwas Century DPR memberi apresiasi kepada KPK. Pernyataan tersebut telah menjawab keraguan publik dan sekaligus meneguhkan kembali integritas KPK,” ujar Bambang Soesatyo kepada LICOM, Rabu (05/03/2014).

“Saya mendapat kabar bahwa dalam berkas dakwaan BM yang tersusun sistematis dan terstruktur tersebut juga menyebutkan keterlibatan sejumlah nama secara bersama-sama di antaranya Boediono selaku Gubernur dan Miranda Gultom selaku Dewan Gubernur Senior BI ketika itu,” sambung Bambang Soesatyo.

Lebih lanjut Bambang Soesatyo mengaku, ia mendapat kabar dari penyidik KPK yang berhasil menemukan motif bahwa penyelamatan Bank Century tidak terlepas dari conflict of interest BI.

“Motif pertama, karena BI melalui YKK-BI menempatkan dananya di Bank Century Rp 83 miliar. Sementara kepentingan Dewan Gubernur BI terhadap dana YKK-BI di Bank Century adalah dalam bentuk pemberian uang muka Baperum Multi Griya,” jelasnya.

Motif kedua, lanjut Bambang Soesatyo, kepentingan penyelamatan nasabah besar Boedi Sampoerna kurang lebih Rp 2 triliun di Bank Century melalui peran Raden Pardede yang dengan sengaja mengubah besaran dana penyelamatan Bank Century yang semula Rp 1,7 triliun menjadi lebih rendah. Yaitu Rp 632 miliar agar disetujui KSSK. Sebelumnya diduga Pardede telah melakukan pertemuan dengan Lin Ci Wei (penasehat Keuangan Boedi Sampoerna).

Motif ketiga merupakan upaya menutup kesalahan BI dalam pemberian FPJP sebelumnya kepada Bank Century senilai Rp 689 miliar.

Bersama Sri Mulyani, KPK juga telah memeriksa setidaknya 120 saksi dan melukiskan rangkaian hasil pemeriksaan ini sebagai sangat produktif.

“Bahkan menurut saya, jika BAP Sri Mulyani kelak dibuka di pengadilan akan semakin memperjelas bagaimana praktik korupsi dan hanky-panky dengan modus penyelamatan bank menjelang siklus Pemilu itu terjadi,” pungkas Bambang Soesatyo.

Seperti diketahui, KPK melalui Wakil Ketuanya, Bambang Widjojanto memastikan berkas kasus Century sudah lengkap dan sidang perdana akan digelar pada Kamis (06/03/2014) mendatang.@firdausi