LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mendesak pemerintah tidak menunggu aksi kekerasan bernuansa politik di Aceh meluas hingga ke wilayah-wilayah lain di Indonesia.

TB Hasanuddin pun menyarankan pemerintah agar menggelar operasi intelijen untuk bisa meredam dan menghentikan aksi kekerasan di Aceh.

“Harus ada upaya-upaya yang lebih signifikan. Misalnya TNI turun-tangan melakukan oprasi intelijen persis pembina tetorial, bukan kekuatan bersenjata. Lakukanlah operasi intelijen intensif dan pembinaan atau operasi tetorial yang dilaksanakan secara intensif agar ini bisa terkendali. Kalau tidak, saya yakin ada kekecewaan. Senjata yang di sana (Aceh) itu akan menimbulkan dampak atau efek ke daerah lain,” beber TB Hasanuddin saat berbincang dengan LICOM di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (05/03/2014).

TB Hasanuddin memastikan, aksi penembakan politisi di Aceh akibat gesakan antar calon. “Gesekan-gesekan itu terjadi di daerah-daerah yang saya katakan masih banyak megang senjata,” kata TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin meyakini, aksi kekerasan di Aceh itu masih bersifat lokal. Namun jika dibiarkan, aksi kekerasan itu bisa melebar dan menyebar ke wilayah-wilayah lain.

“Melihat pengalaman yang dulu ternyata Pilkada saja hampir gagal kan? Itu kan peran tokoh masyarakat di sana (Aceh) seperti itu. Sekali lagi, Aceh harus mendapatkan penangan khusus. Apa yang dilakukan oleh polisi sudah bagus. Tetap TNI, Kodam harus turun melakukan operasi intelijen dan oprasi tetorial untuk membantu kepolisian. Kalau tidak, ini akan berkembang pada hal-hal tidak pada tempatnya,” ungkap TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin mengaku mengetahui secara persis bagaimana situasi politik di Aceh. Bahkan, dia mengaku tahu adanya peredaran senjata api di tengah masyarakat Aceh.

“Sekali lagi, senjata masih ada di tangan orang-orang, bisa saja protes dengan seperti itu dan ini berbahaya. Saya tahu persis berapa senjata yang dikuasai, senjata yang diserahkan dan dari yang diserahkan senjata rakitan, bukan senjata organik, senjata pabrikan masih banyak,” pungkas TB Hasanuddin.@endang