LENSAINDONESIA.COM: Gunung Kelud sudah mulai menurunkan aktifitas vulkaniknya. Namun dampak yang ditimbulkan sampai hari ini masih sangat terasa.

Rumah penduduk banyak yang porak poranda akibat hantaman material vulkanik pasca letusan Gunung Kelud, Februari lalu.

Memupuk rasa kepedulian terhadap korban bencana, para siswa SD dan SMP Luqman al Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya diajak mengumpulkan dana bantuan serentak, Jumat (07/03/2014).

Salah satu siswa SD Luqman al Hakim mengaku sengaja memecah tabungannya untuk membantu korban Gunung Kelud lewat sekolahnya. “Semoga bermanfaat bagi teman-teman saya di area Gunung Kelud,” katanya.

Menurut Kepala SD Luqman al Hakim, Abdurrahman, kegiatan ini dimaksudkan untuk memupuk rasa sosial siswa. “Kami yang di Surabaya juga merasakan dampak debu Gunung Kelud cukup berat. Kami yakin radius lebih dekat dengan Kelud lebih berat lagi. Dengan cara seperti ini kita ajarkan rasa empati kepada siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut Abdurrahman menjelaskan, bantuan yang terkumpul akan dirupakan menjadi barang yang dibutuhkan oleh korban Gunung Kelud.

“Dirupakan karpet, sajadah, mukena, sarung, selimut, dan makanan ringan. Kami yakin apa pun pasti dibutuhkan,” jelasnya.

Bantuan dari lembaga pendidikan Islam yang berada di bawah Ormas Hidayatullah ini diserahkan kepada tim Search And Rescue Hidayatullah Jawa Timur.

Koordinator SAR Hidayatullah Jatim, Rohisul Wahib mengatakan, bantuan dari SD dan SMP Luqman al Hakim Hidayatullah Surabaya akan diserahkan pada beberapa tiik korban bencana. “Salah satunya di Desa Puncu. Karena sebelumnya kami sudah terjun ke sana sehari paska Kelud meletus,” pungkasnya.@licom