LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah melalui Kementrian ESDM terus mengupayakan peningkatan energi terbarukan, untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Salah satu upaya itu adalah dijalinnya kerjasama antara Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM) dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopemnber (ITS) Surabaya.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan peresmian Peta Potensi Energi Laut Nasional oleh Ir Susilo Siswoutomo, Wakil Menteri (Wamen) ESDM di Graha Sepuluh Nopember ITS, Jumat (7/3/2014).

Tak hanya itu, Wamen ESDM ini juga memberikan kuliah umum tentang perkembangan energi kepada para mahasiswa ITS. Peta potensi energi yang telah dirancang semenjak tahun 2006 ini, diharapkan mampu menjadi acuan para engineer dalam mendesain suatu teknologi baru.

Susilo juga menjelaskan, bahwa total sumber energi terbarukan yang terdapat dalam peta ini mencapai 60,98 Giga Watt. “Jumlah total energi yang dihasilkan tersebut sangatlah besar dan menjanjikan,” imbuhnya.

Potensi yang cukup besar ini akhirnya mendorong beberapa pihak terkait, untuk saling bekerjasama dalam membangun sumber energi terbarukan. “Salah satu perguruan tinggi yang ikut andil dalam hal ini adalah ITS. Hal ini karena ITS memiliki predikat sebagai kampus maritim,” jelas pria kelahiran tahun 1950 ini.

Baginya, ITS harus mampu membuat teknologi baru dalam pengembangan sumber energi laut di Indonesia. Susilo menjanjikan, nantinya segala fasilitas dalam penelitian dan riset energi akan dibantu sepenuhnya oleh pemerintah.

“Mulai dari dana hingga kelengkapan riset, seperti laboratorium, kini sudah dapat diakses oleh para periset dari ITS,” tuturnya ketika ditemui seusai acara.

Bentuk kerjasama riil lainnya adalah pembuatan proyek pemanfaatan gelombang laut sebagai sumber energi.  “Sekarang peta potensi sudah diresmikan, sudah saatnya mahasiswa dan dosen turut andil dalam pelaksanaan proyek besar dalam bidang energi,” ujarnya.

Dalam acara ini, Susilo juga menginformasikan kepada para peserta mengenai sumber energi yang sedang  dikembangkan. Diantaranya, sumber energi geothermal, gelombang laut, arus laut bahkan sumber energi yang berasal dari sampah.

“Sumber energi terbarukan sudah ditemukan. Kini, ITS dituntut mampu mengembangkan teknologi pengolahannya,” tambahnya.

Tujuan utama kerjasama ESDM dengan ITS ini adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia yang handal di bidang teknologi, khususnya dalam hal energi.

“Kalau pengembangan SDM tidak dimulai dari sekarang, konsep pengembangan energi nantinya juga tidak akan berjalan lancar,” tutupnya.@dony