Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EDUKASI

Mahasiswa S2 Urindo tinjau TPST Lanud Halim Perdanakusuma 

LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 60 orang mahasiswa Program Magister Universitas Respati Indonesia (Urindo), Jakarta bersama pembimbingnya meninjau proses pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Lanud Halim Perdanakusuma (LHP), Senin (10/03/14). Kunjungan merupakan program aplikasi ilmu kepada masyarakat juga untuk menjembatani kerjasama antar pengolah sampah agar lebih efektif.

Ketua Rombongan, yang juga Sekretaris Program Studi Program Magister Ilmu Administrasi Urindo Nur Miningsih, S.Sos., M.Si, diterima Kepala TPST Lanud Halim Perdanakusuma Serma Asep Rianto.

Serma Asep mengatakan, TPST Lanud Halim Perdanakusuma tiap hari menampung sekitar 20 ton sampah rumah tangga untuk diolah menjadi kompos dan biogas.

“Sebelum diolah, sampah-sampah menjalani proses daur ulang yang berurutan agar komposnya menjadi pupuk organik yang berkualitas baik,” kata Kepala TPST.

Asep menambahkan, kini di TPST terdapat beberapa fasilitas pengolahan sampah seperti alat komposter untuk membuat kompos yang pernah diadakan oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Sri Pulung D.,S.E.,MMgt. Stud. dalam pengolahan biogas.

“TPST dibangun sejak tahun 2007 kerja sama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum yang memiliki luas sekitar 2000 meter persegi dengan 32 orang pekerja. Selain pengolahan sampah, di areal pertanian Lanud Halim Perdanakusuma terdapat pula lahan pertanian padi dan sayuran yang telah di budidayakan secara organik dengan pupuk kompos dari TPST tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Nur Miningsih mengatakan, sebelum ke TPST Lanud Halim Perdanakusuma para rombongan telah melihat lokasi pengolahan sampah di Sanggar Legita Kompos di Taman Mini Indonesia Indah. Sanggar Legita mengolah sampah plastik untuk di daur ulang agar menjadi barang-barang komoditas yang berguna seperti dompet, tas dan lainnya.

“Selain melihat TPST, rombongan juga meninjau lahan pertanian sayur-mayur dan buah-buahan yang ada di sekitar TPST. Beberapa tanaman yang di budidayakan antara lain kangkung, cabe, terong, timun jepang, dan melon,” jelas Nur. @winarko