LENSAINDONESIA.COM: Hingga saat ini kabut asap masih melanda di Riau dan sekitarnya. Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan akibat pembukaan lahan tersebut telah melumpuhkan kegiatan masyarakat Riau. Tingkat polusi udara sudah mencapai tingkat yang berbahaya, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 33.300 warga Riau dari sejumlah kabupaten kota terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) akibat kabut asap.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prof. Dr. Suhardi mendorong pemerintah untuk segera bertindak untuk menyelesaikan permasalahan kabut asap di Riau, “Saat ini kondisi di Riau sudah semakin parah. Kabut asap yang melanda Riau telah melumpuhkan kegiatan masyarakat. Pemerintah harus bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini,” ujar Suhardi.

“Saat ini pemerintah daerah terkesan kurang tanggap dalam menyelesaikan masalah ini, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat dikhawatirkan kondisi akan semakin parah. Tentunya masyarakat akan semakin dirugikan dengan kondisi seperti ini. Kami berharap kondisi akan segera membaik,” tutur Suhardi.

Suhardi juga menyoroti penyebab kabut asap yang disebabkan oleh pembakaran hutan untuk pembukaan lahan. “Harus diusut juga pelaku pembakaran hutan dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Sebenarnya untuk membuka lahan tidak perlu dengan melakukan pembakaran hutan, Saat ini ada 77 juta hektar hutan yang sudah rusak, lahan tersebut bisa diperbaiki dengan sistem tumpang sari penanaman bambu, jabon, sengon, sagu, bakau, dan tanaman lainnya. Pemanfaatan bekas area hutan yang rusak untuk pembukaan lahan jauh lebih baik dibandingkan dengan membakar hutan,” terang Suhardi.

“Pembukaan lahan baru dengan memperbaiki lahan hutan yang rusak adalah salah satu dari program kerja Gerindra yang tertuang dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa Partai Gerindra. Pembukaan lahan baru ditujukan untuk mencetak area pertanian untuk peningkatan sumber pangan dan juga untuk mencetak sumber bioethanol untuk menggantikan bahan bakar fosil,” jelas Suhardi. @muhammadrusjdi