Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EDUKASI

LDKS membentuk karakter siswa menjadi terbina dengan baik 

LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 53 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMPN 73 Tebet, Jakarta Selatan melakukan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, mulai Jumat (21/03) hingga Sabtu (22/03). LDKS merupakan upaya pihak sekolah untuk membentuk karakter mulia siswa seperti kedisiplinan, kepemimpinan dan kerjasama di kesatrian militer, agar benar-benar terbina dengan baik.

Pendamping siswa juga guru SMPN 73 Jakarta M. Salim, S.Pd mengatakan LDKS SMP 73 merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di Lanud Halim Perdanakusuma. Sebagai tahap awal baru para pengurus OSISnya yang ikut pelatihan.

“Ke depannya dapat diharapkan seluruh siswa baru kelas 7 SMP 73 dapat mengikuti LDKS agar karakter sebagai siswa yang baik terbentuk,” ujar Salim di Marshalling Lanud Halim Perdanakusuma, Jum’at (21/03/14).

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Potensi Kedirgantaraan (Kasibinpotdirga) Dinas Operasi Lanud Halim Perdanakusuma yang juga ketua pelaksana LDKS, Mayor Pnb Adi Setio Nugroho, menyatakan, latihan dilaksanakan selama dua hari dengan beberapa materi latihan seperti mengenal Lanud Halim Perdanakusuma dan Praktek Peraturan Baris Berbaris (PBB), outbound. Kegiatan LDKS dipusatkan di Marshalling Area Lanud Halim Perdanakusuma.

“Pada hari pertama kegiatan LDKS SMP 73 Jakarta di Lanud Halim Perdanakusuma setelah melakukan prosesi penyerahan peserta kepada pembina dan pengenalan para pembina di Marselling Area adalah mengenal lingkungan Pangkalan Udara. Mereka berkunjung ke Perkebunan Puskopau, Kebun Sayur-Mayur, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Halim Perdanakusuma, Museum Lanud Halim Perdanakusuma dan ke Skadron-skadron Udara untuk melihat dari dekat profil pesawat terbang berada di Lanud Halim Perdanakusuma,” jelas Adi Setio.

Adi Setio menegaskan, selama diberbagai obyek kunjungan, para siswa menerima penjelasan tentang hal-ikhwal seluruh obyek, bahkan saat di kebun sayur-mayur para siswa juga praktek menanam sayuran,” jelas Adi Setio. @winarko