LENSAINDONESIA.COM: Delapan belas karung pupuk cap matahari yang akan dijadikan bahan baku pembuatan bom ikan kembali ditangkap aparat gabungan Polres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan  dan Balai Taman Nasional Takabonerate.

Kasus ini diduga melibatkan Caleg dalam transaksi jual-beli pupuk bahan baku bom ikan di daerah kepulauan Selayar.
Bersama barang bukti bahan baku bom ikan, polisi turut menangkap tersangka H. Nurdin Alias Toto (54) warga nelayan Kampung Minongko, Kabupaten Kalabahi, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tersangka ditangkap Timsus illegal fishing gabungan Polsek Takabonerate dan Balai Taman Nasional Takabonerate di rumah warga Pulau Rajuni berinisial RS. Penangkapan yang dipimppin Kapolsek Takabonerate, Ipda Ahmad Marzuki ini berlangsung Kamis, (20/3/2014) sekitar pukul 10.00 WITA, pagi kemarin.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa delapan belas karung pupuk bahan bom ikan cap matahari ukuran 25 kg, dua unit telefon genggam merk Nokia dan K-Touch, satu lembar karung pupuk kosong cap matahari, empat botol kecap berisi pupuk, dua botol aqua besar berisi pupuk dan satu botol kecil yang juga berisi pupuk bahan baku bom ikan siap lempar.

Kendati ditangkap pada hari Kamis, (20/3/2014) pagi, namun pelaku baru dijemput petugas patroli gabungan dari satuan Polair, pada hari Jum’at (21/3/2014).

Armada kapal patroli Balai Taman Nasional Takabonerate, KM Manggala merapat di Dermaga PPI Bonehalang dengan membawa tersangka H. Nurdin Alias H. Toto, bersama barang bukti sitaan dan uang hasil penjualan pupuk, senilai satu juta enam ratus ribu rupiah.

Penjemputan terhadap tersangka dipimpin langsung KBO Polair, Aiptu Edy Supriadi bersama Aiptu Agus Junihardi, Bripka Laode Asman dan tim gabungan Balai Taman Nasional Takabonerate diantaranya, Yasri dan Yunus.

Di hadapan Penyidik Satuan Reskrim Polres Kepulauan Selayar, tersangka mengaku membeli dua puluh karung pupuk dari warga Desa Sambali, Kecamatan Pasimarannu, berinisial S. Pembelian dilakukan tersangka pada medio Pebruari 2014 kemarin, dengan harga Rp 1.2 juta perkarung dan dijual kembali Rp 1,4 juta.

Dari dua puluh karung pupuk tersebut, dua diantaranya telah dijual tersangka kepada warga Pulau Rajuni, yang masing-masing diketahui berinisial S dan R.

Pelaku mengaku, menjual pupuk bahan baku bom ikan sekitar tiga pekan kemarin. Salah satunya, dijual kepada istri penadah berinial R yang diketahui sering beroperasi di sekitar perairan Pasitallu dan Pulau Rajuni.

Transaksi penjualan lain dilakukan dengan penadah berinisial M, yang telah menyerahkan uang panjar pembelian pupuk senilai Rp 1 juta dan masih menyisakan utang sebesar Rp 1,4 juta.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Moh. Hidayat B, SH.SIK.MH menyatakan, penangkapan kembali barang bukti pupuk bahan baku bom ikan ini, merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan dan sekaligus menjadi salah satu bukti, masyarakat masih percaya dengan isntitusinya. Terbukti masih mau memberi laporan, bila mendapatkan tindak pidana.

Polisi membutuhkan sikap responsif sebagaimana yang telah dilakukan oleh Kapolsek Takabonerate bersama jajarannya. Oleh karenanya, Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Moh. Hidayat B, SH.SIK,MH, memberikan apresiasi kepada Polsek Takabonerate.

Sementara ini, aparat kepolisian Polres Kepulauan Selayar terus melakukan upaya pengembangan kasus, untuk melakukan penangkapan terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan kerjasama dengan tersangka H. Nurdin.@fadly_syarif