Predikat wali kota terbaik dunia yang disandang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dipertanyakan kredibelitasnya. Sebab situs www.worldmayor.com yang menyematkan perhargaan tersebut diduga alamatnya fiktif. Diakui memang, tangan dingin Risma menciptakan taman-taman kota telah mengubah wajah Surabaya menjadi lebih hijau dan bersih.  

LENSAINDONESIA.COM: Diam-diam predikat wali kota terbaik yang disandang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beredar rumor tak sedap. Belakangan muncul spekulasi, bahwa lembaga yang menobatkan Risma sebagai walikota terbaik dunia itu diragukan kredibilitasnya. Apalagi, untuk bisa masuk sebagai nominasi kepala daerah terbaik caranya sangat sederhana, yaitu ada yang mengusulkan.

Disamping itu, proses penentuan pemenang diduga dilakukan hanya berdasarkan dukungan akun (email) terbanyak. Artinya, segala sesuatunya bisa dikerjakan oleh sekelompok orang saja. Sementara untuk bisa menjadi nominasi, syaratnya harus ada yang mengusulkan. Jadi, siapa pun kepala daerah bisa masuk nominasi asalkan ada sejumlah pihak yang mengatasnamakan warga atau lembaga yang mengirim usulan ke situs Inggris itu.

Jika memang situs ini benar-benar memiliki kredibelitas, sudah barang tentu juga mempunyai prosedur yang masuk akal dalam menentukan siapa yang berhak mendapat penghargaan walikota terbaik dunia. Semisal melalui survei atau berdasarkan penilaian juri. Namun penentuan pemenang yang dilakukan worldmayor.com itu, diduga hanya berdasarkan poling terbanyak dari kiriman akun email yang memberi dukungan. Apresiasi melalui email tersebut berupa berita kegiatan atau informasi pelaksanan program positif kandidat.

Untuk bisa menjadi kandidat dan pemenang sebagai kepala daerah terbaik versi www.worldmayor.com dibutuhkan dukungan sekitar 70 ribu akun email. Situs worldmayor.com merilis, tercatat ada 50 kandidat kepala daerah yang dijaring, salah satunya adalah Tri Rismaharini. Lembaga ini setiap dua tahun sekali menetapkan  seseorang menjadi wali kota terbaik dunia. Dan Februari lalu, yang ditetapkan sebagai mayor of the month adalah Wali Kota Surabaya.

Berdasarkan penelusuran lensa indonesia,  tahun 2012 lalu tercatat 435 ribu orang yang melakukan pilihan dengan mengajukan nama di worldmayor.com. Sementara kandidat dari benua asia ada 150 ribu orang lebih.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk  pengguna internet terbanyak kedua dunia memiliki peluang untuk menang. Namun puluhan ribu email dukungan bisa saja “diakali” oleh bebarapa orang saja. Sementara untuk bisa masuk nominasi mayor of the month kriteria yang dibutuhkan kepela daerah adalah jujur, tegas, punya terobosan baru, taat dalam penggunaan dana publik ( baca: APBD), peduli lingkungan hidup serta memberi rasa aman bagi setiap orang.

Muncul pertanyaan, bila kriteria itu menjadi persyaratan, apakah Wali Kota Surabaya layak masuk nominasi?  Sebab banyak fakta mencengangkan di Surabaya yang perlu menjadi catatatan sebagai wujud kurang cakap dan tegasnya Tri Rismaharini sebagai kepala daerah.  Contoh tidak amanah menggunakan anggaran publik adalah proyek internet RT/RW yang gagal total. Dana hibah puluhan miliar untuk KONI Surabaya yang kini tengah disidik Kejaksaan Tinggi Surabaya, serta proyek Built Operate Transfer (BOT) pengolahan Sampah TPA Benowo dengan PT Sumber Organik (SO).

Sedangkan kriteria “memberi” rasa aman kepada seriap orang, terbantahkan dengan banyaknya kasus trafficking dan prostitusi anak yang jumlahnya ternyata semakin banyak. Untuk itu, situs www.worldmayor.com yang namanya semakin populer di Indonesia setelah menempatkan Joko Widodo dan Tri Rismaharini sebagai wali kota terbaik dunia perlu ditelusuri kesahihannya.

Dalam situs itu tertulis alamat: UK London SW1, International telephone: +44 (0) 20 7630 0615 dan email:editor@worldmayor.com. Diketahui bahwa SW1 adalah distrik South Westren 1, tau bila di Indonesia daerah tersebut berarti kabupaten.

Di Inggris, karena kepadatan penduduk semakin tinggi, oleh pemerintah setempat SW1 dibagi-bagi lagi menjadi daerah kecil. Tercatat ada enam daerah di lingkungan SW1. Bila ditelisik melelui google map, diketahui bahwa daerah tersebut berada di lingkungan Istana Buckingham, dan komplek istana lainnya. Serta ada juga rumah dinas Perdana Menteri Inggris di Downing Street 10. Informasi yang diterima lensa indonesia, pengiriman surat ke alamat situs yaitu SW1dipastikan tidak akan sampai. Sebab diduga alamat lembaga ini fiktif.@ridwan_LICOM/bersambung