Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Malang Raya

Caleg berangkatkan ziarah wali dianggap politik uang 

LENSAINDONESIA.COM: Malang Corruption Wacht (MCW) menenmukan sebagian besar Caleg di Malang memberangkatkan orang ziarah makam wali dalam kampanye. Padahal model ini dikateggorikan money politics.

“Kami banyak menemukan pelanggaran kampanye model itu. Jadi, secara garis besar modus keagamaan paling banyak dilakukan para Caleg,” kata Ketua Divisi Monitoring Korupsi Politik MCW, Zein Ihya’ Ulumuddin, Senin (24/3/2014).

Menurut Zein, ada 13 temuan pemberangkatan massa untuk ziarah wali. Mereka diberangkatkan dan dijanjikan berangkat oleh para Caleg peserta Pileg 9 April 2014 ini.

Selain “Ziarah Wali” temuan indikasi money politics oleh para Caleg dengan modus keagamaan, adalah dengan cara pembagian seragam untuk tahlil dan pengajian. “Untuk pembagian semacam itu kami temukan sembilan kasus,” terangnya.

Secara keseluruhan total temuan dugaan money politics dari data MCW, sebanyak 55 kasus. Tiga temuan sudah dilaporkan Panwaslu, karena sudah lengkap dengan bukti dan saksi. Caleg yang dilaporkan itu dari Partai Golkar, PAN dan Hanura.

“Kami juga menemukan adanya pengobatan gratis. Di situ ada gambar dan nomer Caleg,” tegasnya.

Zein menambahkan, bahwa tindakan para Caleg yang sudah tertabulasi itu dinilai melanggar pasal 86, huruf J, UU Pemilu.  Di pasal tersebut menyatakan bahwa Caleg dilarang menjanjikan dan memberikan uang atau materi lain kepada masyarakat.

“Kami harap Panwaslu juga responsif terhadap temuan yang sudah kami laporkan,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, sistem proporsional terbuka pada ajang Pileg 2014 ini, sangat memberi peluang bagi para Caleg untuk berperang secara blak-blakan, demi meraih suara maksimal untuk kemenangan dirinya.

“Sistemnya seperti ini, akan semakin membuka pelanggaran Pemilu. Karena itu Panwas harus tegas,” pungkasnya. @aji_dewa_roisky

Baca Juga:  Ansy Lema bicara persoalan perubahan iklim di forum internasional