Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JAKARTA

BNN ungkap penyelundupan Sabu pasangan Lesbian 

LENSAINDONESIA.COM: Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap penyelundupan sabu asal Cina. Sabu sebanyak 876,3 gram ini disita didapat dari pasangan sesama jenis yang diselundupkan dengan cara ditelan.

Kombes Pol. Drs. Sumirat Dwiyanto, Msi selaku Kabag Humas BNN mengatakan sabu ini diselundupkan oleh pasangan lesbian berinisial Kus (29) dan Mah (29) yang dikira kapsul yang ditelan untuk diselundupkan itu berlian, namun mereka salah, karena apa yang mereka selundupkan dalam tubuhnya adalah sabu seberat 876,3 gram.

“Keduanya berhasil lolos dari pemeriksaan bandara, tapi saat tiba di Bekasi, mereka tidak berkutik karena berhasil diringkus tim Badan Narkotika Nasional (BNN), pada 17 Maret 2014,” ungkap Kombes Sumirat kepada LICOM di Gedung BNN, Jakarta, Kamis (27/3/2014).

Diceritakan Sumirat, keterlibatan kedua tersangka ini diawali dengan penawaran pekerjaan oleh seorang pria berinisial Tgn (DPO) pada Februari 2014. Pada saat itu, Tgn menawarkan pekerjaan yang menggiurkan kepada Kus, yaitu menyelundupkan berlian dari China. Tgn menawarkan upah Rp 50 ribu per gramnya. Karena alasan upahnya yang menarik, Kus setuju dan ia berangkat ke Bekasi untuk menemui atasan Tgn yaitu Ang.

Setelah sepakat, Kus mengajak seorang temannya yaitu Mah untuk melakukan pekerjaan tersebut. Mendapat tawaran dari temannya, Mah pun tidak bisa menolak. Kus dan Mah yang akhirnya sepakat untuk berangkat ke China. “Paspor dan segala keperluan lainnya diatur oleh Ang. Ang sendiri merupakan seorang mantan TKW yang berperan sebagai pengendali para kurir narkoba. Hingga saat ini ia masih berstatus buron,” kata Sumirat.

Pada tanggal 3 Maret 2014, lanjut Sumirat, Kus dan Mah ditemani orang suruhan Ang lainnya berinisial Rev (perempuan) berangkat ke Cina. Setelah tiba di Cina, ketiganya bertemu dengan Ev, seorang perempuan mantan TKW (kekasih dari Rev, 29 th) dan mereka berempat selanjutnya tinggal bersama di sebuah apartemen.

Ev adalah salah satu anak buah Ang yang pada awalnya diminta untuk menyelundupkan sabu dengan cara ‘menelan’ namun ia menolak sehingga Ev difungsikan untuk menemani dan mengawasi dua kurir yang menelan sabu dari China ke Indonesia. Sementara, Rev menemani dan  mengawasi kurir dari Jakarta ke China. Pasangan sesama perempuan ini adalah mantan TKW di Hongkong.

Telan Sabu di China dan bertolak ke Indonesia

Selama beberapa hari, Kus cs hanya melakukan aktivitas biasa, sambil menunggu perintah selanjutnya. Pada tanggal 15 Maret, Kus dan Mah diminta untuk bersiap-siap, karena esok harinya mereka harus menelan kapsul berisi berlian. Pada tanggal 16 Maret, Kus cs berpindah apartemen.

Setelah tiba di apartemen yang baru, Kus dan Mah bertemu dengan seorang pria berkulit hitam berinisial OZ. Kus dan Mah diminta untuk menelan kapsul, karena jika menolak mereka diancam tidak bisa pulang ke Indonesia.

“Keduanya memasukkan 45 kapsul dalam tubuh. 40 lewat mulut, dan 5 lewat anus. Setelah itu mereka bertolak dari Cina menuju Jakarta,” ceritanya.

Pada tanggal 17 Maret, Kus dan Mah serta Ev tiba di Jakarta. Setibanya di Jakarta, Ev terpisah dari Kus dan Mah. Ketika Kus dan Mah sudah berada di sebuah hotel di Bekasi, Ev diperintahkan untuk merapat ke hotel tersebut dan mengambil kapsul dari Kus dan Mah.

Sesaat setelah Ev menerima 40 kapsul seberat 395,2 gram dari Kus, petugas BNN menyergapnya. Tim BNN selanjutnya mengamankan Kus dan Mah dan menggiring keduanya Rumah Sakit Polri untuk mengeluarkan sisa kapsulnya. Pada tanggal 18 Maret, Kus mengeluarkan 5 kapsul berisi sabu seberat 43,5 gram. Sementara itu,  total 45 kapsul yang disita dari Mah seberat 437,6 gram yang terdiri dari 16 kapsul dikeluarkan di hotel, 29 kapsul di Rumah Sakit Polri.

“Setelah ditangkap, Kus dan Mah baru menyadari bahwa apa yang mereka telan bukanlah berlian akan tetapi narkotika golongan I jenis sabu. Total sabu yang disita dari jaringan ini seberat 876,3 gram,” tutur Sumirat.@rudi