LENSAINDONESIA.COM: Kepala Sekolah SMKN 48 Eko Wahyu M mengatakan, gedung yang sudah tidak layak di sekolah SMKN 48 Jakarta Timur segera dikosongkan.Hal ini dilakukan agar siswa dapat fokus dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Dimana sebelumnya siswa harus mengungsi ke Mushola setiap kali hujan turun dikarenakan atapnya bocor.

“Kami sejak hari pertama menjabat langsung membuat laporan terkait gedung yang keadaannya sudah rusak tersebut kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta,” kata Eko Wahyu, di SMKN 48 Jl. Raya Perumnas Klender Duren Sawit, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (03/04/14).

Eko menambahkan, Dinas Pendidikan segera memberikan instruksi agar segera mengosongkan gedung sekolah tersebut dan mengatur KBM melalui sistem Shift.

“Sebenarnya sewaktu Fauzi Bowo menjabat Gubernur DKI pernah datang meninjau gedung yang rusak itu. Saat itu beliau berjanji akan segera diperbaiki sekolah ini dan kala itu ada anggota dewan yang datang, tapi hingga kini belum ada realisasi. Dinas Pendidikan sebelumnya telah mengajukan anggaran untuk merehab total gedung SMKN 48, alhasilnya selalu dicoret oleh DPRD. Saat ini anggaran pembangunan kembali diajukan dan direncanakan akan dilaksanakan di tahun anggaran 2015,” ujarnya.

Namun menurut Eko, KBM dengan sistem shift, pihaknya merasa perlu membicarakan terlebih dahulu prosesnya dengan para orang tua siswa.

“Sistem pengaturan KBM melalui sistem shift akan segera saya berlakukan setelah ada dialog antara pihak sekolah dengan orang tua, agar nanti orang tua tidak kaget dan bertanya-tanya. saya rencanakan di mulainya setelah tahun ajaran baru,” imbuhnya. @winarko