LENSAINDONESIA.COM: Masa tenang Pemilu Legislatif  (Pileg) 2014 dari 6-8 April dipastikan banyak dimanfaatkan para calon anggota legislatif (celeg) bersama tim suksesnya untuk melakukan kecurangan, seperti money politic (politik uang).

Untuk mengantisipasi kecurangan tersebut, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dituntur berkerja ekstra hingga pelaksanaan pemungutan suara.

Anggota DPRD Jawa Barat Herry Mei Oloan mengatakan, agar pelaksanaan Pileg berjalan jujur dan adil, Panwaslu harus mengerahkan semua kekuatannya. Sementara Panwascam, PPL, Relawan maupun masyarakat juga diwajibkan bersama-sama menjaga agar tidak terjadi kecurangan dan bahkan bila perlu petugas Panwaslu harus mengawasi kediaman seluruh calon anggota legislatif.

“Kalau bisa, awasi seluruh rumah caleg, ini untuk mencegah terjadi kecurangan, karena masa tenang seperti saat ini dimanfaatkan oknum caleg untuk melakukan politik uang,” katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (07/04/2014).

Menurut Herry, untuk memperoleh dukungan dan menyakinkan masyarakat agar mencoblos dirinya, berbagai modus dilakukan para caleg. Pengumpulan massa di rumah caleg menjadi hal yang patut diwaspadai oleh Panwaslu.

“Makanya Panwaslu harus mengawasi simpul-simpul pengumpulan massa, terutama rumah caleg. Selain politik uang, di situ patut diduga terjadinya kampanye terselubung,” imbaunya.

Selain itu, Panwaslu pun harus melakukan pemetaan terhadap potensi-potensi kecurangan lainnya jelang pencoblosan. “Pokoknya (Panwaslu) harus turun ke lapangann, harus mengetahui posisi dan kegiatan caleg di saat masa tenang ini,” papar Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar itu.

Lebih lanjut Herry menilai kinerja Panwaslu belum optimal. Selain dikarenakan kurangnya sumber daya manusia, menurutnya Panwaslu pun tidak tegas dalam menjalankan aturan yang ada. Seperti, di masa tenang sekrang, masih cukup banyak bertebaran bendera partai, spanduk, baligo, stiker, pamplet di mana-mana di ruang publik. Seharusnya, kata Herry masa tenang seperti saat ini harus terbebas dari berbagai atribut kampanye.

Herry pun menyayangkan sikap caleg dan partai yang tidak memiliki kesadaran untuk membersihkan atributnya. “Seharusmnya calon yang membersihkan atribut,” katanya.

Herry pun menyoroti kinerja Komisi Pemilihan Umum. Menurutnya, berbagai persoalan yang masih terjadi di lapangan harus segera diatasi, terutama yang menyangkut kesiapan logistik. “Suksesnya pemilu ini terlihat dari sejauh mana seluruh pihak terkait mengikuti aturan yang ada, baik penyelenggaran, pengawas, maupun calonnya,”pungkasnya.@husein