Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
LENSA DEMOKRASI

Sanusi : Jangan halalkan segala cara untuk jadi Capres 

LENSAINDONESIA.COM : Timbulnya  nama Joko Widodo (Jokowi) dalam soal ujian nasional (UN) mata pelajaran Bahasa Indonesia Jurusan IPS  dikecam sejumlah pihak. Sebagian menilai insiden tersebut disengaja untuk menggaet pemilih pemula dari kelompok pelajar.

“Jangan menghalalkan banyak cara. Mau ambil suara pemilih pemula, mencuci otak pemilih pemula,” ungkap Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi di Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Dirinya menganggap,  masih banyak tokoh lain yang layak dijadikan bahan soal untuk Ujian Nasional (UN). Contohnya  Soekarno – Hatta, MH Thamrin, Ismail Marzuki dan seniman legendaris Benyamin Sueb.  Selain belum layak menjadi bahan UN,  ia mempertanyakan kenapa baru nama Jokowi baru muncul 2014 ketika dirinya maju dalam pilpres.

Sebenarnya sah saja jika dijadikan contoh tetapi di UN sebelumnya, tahun 2013. “Loh kenapa munculnya tahun ini, barengan nyapres, anehkan? Kalau mau dari tahun lalu, biar enggak dicap buruk masyarakat. Sekarang sudah ada kasus TransJakarta malahan,” papar Sanusi.

Seperti diketahui, dalam soal mata pelajaran Bahasa Indonesia, jurusan IPS di Jawa Tengah terdapat teks kutipan biografi Jokowi dalam naskah soal UN SMA. Teks ini menjadi bahan untuk dua pertanyaan. Inilah kutipan teks biografi tersebut: Ir. H. Joko Widodo lahir di Surakarta, 21 Juni 1961, merupakan alumnus UGM. Sejak 15 Oktober, Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI. Tokoh yang jujur dan selalu bekerja keras ini dikenal dengan gaya blusukannya ke pelosok ibu kota. Berbagai penghargaan telah beliah raih, antara lain ia termasuk salah satu tokoh terbaik dalam pengabdiannya kepada rakyat.” “Sebagai tokoh seni dan budaya, beliau dinilai paling bersih dari korupsi. Namun demikian, usahanya di bidang Upah Minimun Provinsi (UMP) mengalami kendala oleh tindakan buruh yang memanggil kembali perwakilannya saat sidang berlangsung. Buah dari pertemuan tersebut dewan pengupahan menetapkan UMP sebesar Rp2,2 juta”.

Adapun dua pertanyaan yang harus dijawab peserta UN, adalah, pada nomor 15, tertulis “Keteladanan Jokowi pada kutipan wacana tersebut adalah” dan “Masalah yang dihadapi tokoh Joko Widodo berdasarkan paragraph tersebut adalah”. @kiki_budi_hartawan.

Baca Juga:  AMSI Jatim sesalkan eksekusi paksa Kantor Harian Duta Masyarakat, ini alasannya