LENSAINDONESIA.COM: Tiga petinggi Partai Demokrat dipastikan gagal lolos kembali sebagai anggota dewan di Gedung DPR RI Senayan dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Politisi ‘populer’ yang tidak meraih suara banyak itu diantaranya Ruhut Sitompul, Sutan Bhatoegana dan Marzuki Alie.

Berdasarkan quick count Saiful Mujani Research Consulting (SMRC), Ketua DPR RI yang juga Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie dipastikan tidak lolos ke Senayan. Sebab di Dapil Jakarta III jumlah delapan kursi yang ada harus diperebutkan puluhan anggota DPR RI yang minimal memperoleh 12,4 persen suara.

SMRC memprediksi, dalam Dapil itu, PDIP peroleh 3 kursi, Golkar 1 kursi, Hanura 1 kursi, Gerindra 1 kursi, PPP 1 kursi. Artinya, tak ada kursi untuk Partai Demokrat di sana.

Seperti halnya Marzuki Alie, Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul dan Sutan Bhatoegana yang berada di Dapil Sumatera Utara 1 terancam tidak lolos ke parlemen. Asumsi ini dilihat dari 10 kursi yang diperebutkan oleh puluhan Caleg dengan batas minimum perolehan suara 9,5 persen.

Dari data SMRC, Partai Demokrat hanya memperoleh satu kursi di Sumut 1. Sementara di sana, ada nama Ruhut Sitompul, Sutan Bhatoegana, Ramadhan Pohan dan Abdul Wahab Dalimunthe.

Menanggapi hasil hitung cepat ini, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana tidak yakin dengan hal tersebut. Menurut dia, Demokrat mampu meraih minimal dua kursi di Dapil Sumut 1.

Dia menjelaskan, dari hitung-hitungan manual yang dilakukan timnya, saat ini Demokrat sudah berhasil mengumpulkan 70 ribu suara di Dapil Sumut 1. Namun perolehan itu, kata dia, baru 38 persen suara yang masuk, belum seluruhnya.

“Jadi perhitungan kawan kita di sana baru masuk 38 persen kita sudah 70 ribu suara. Masih ada 70 persen lagi, itu baru sepertiga. Jadi bisa jadi 200 ribu, kan satu kursi di Dapil Sumut 1 minimal 100 ribu, kemungkinan bisa dua kursi,” ujar Sutan, Senin (14/04/2014).

Dia tak mau berpolemik soal hasil hitung cepat SMRC itu. Sutan hanya yakin dengan timnya di lapangan yang memantau penghitungan langsung di tingkat provinsi. “Dari kita punya orang di lapangan masuk suara 78 ribu baru sekitar 30 persen,” ujarnya.@ridwan_LICOM