LENSAINDONESIA.COM: Akibat proses renovasi gedung kantor pelayanan kecamatan dan kelurahan mangkrak di wilayah Pemkot Adminstrasi Jakarta Timur (Jaktim), warga dan Camat mengeluh.

Kantor Kecamatan  Ciracas, faktanya, kondisinya yang macet dikeluhkan Camat dan warga setempat. Pembangunan Kantor Kecamatan Ciracas ini ak kunjung selesai. Hingga dipertanyakan warga.

Menurut warga Ciracas, Ahmad Zaein (55), untuk mengurus surat kematian saja sempat dibuat bingung, karena kantor Kecamatan sudah pindah.

“Saya makin  kesal saja, seharusnya warga diberi tahu kalau kantor kecamatan pindah. Pelayanan kepada masyarakat tetap diadakan, walaupun masih dalam proses pembangunan,” keluhnya.

Kini, Kantor Kecamatan Ciracas terpaksa menumpang di rumah warga, agar pelayanan tetap berjalan. Empat lurah yang tidak memiliki kantor kecamtan itu, yakni Lurah Bidaracina, Kebon Manggis, Malakasari, Lurah Utan Kayu.

Camat Ciracas Romi Sidharta menjelaskan, saat ini proses pembangunan kantor baru mencapai sekitar 75 persen. Rencananya pembangunan gedung empat lantai akan dilanjutkan tahun ini, sambil menunggu proses lelang dari Unit Layanan Pengadaan(ULP) tingkat provinsi. Sehingga pihaknya harus memperpanjang kontrak rumah untuk kedua kalinya.

“Kami berharap pemilik rumah mau menerima perpanjangan kontrak. Kalau tidak, repot juga harus mindahin barang-barang lagi,” kata Romi di Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Jum’at (25/4/14).

Meski mengontrak, menurut Romi, secara umum pelayanan kepada masyarakat berjalan normal. Hanya saja, pihaknya menemui kendala ketika bisa menggelar rapat dengan warga yang pesertanya sangat banyak.

“Kalau rapat dengan warga, kita terpaksa menumpang di kantor Kelurahan terdekat agar dapat menampung warga. Demikian juga saat rekapitulasi suara Pemilu Legislatif 2014, penghitungan suara terpaksa dilakukan di Aula Yayasan PKP, Jl Kelapadua Wetan, selama dua hari. Bahkan, karena Aula Gedung tersebut juga akan digunakan, maka terpaksa pindah lagi ke kantor Kelurahan Cibubur,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Lurah Bidaracina Nasrudin, mengatakan, meski proses pembangunan gedung baru belum rampung 100 persen, pihaknya memutuskan tetap pindah pada akhir bulan ini.

“Seluruh peralatan dan perabotan sudah dibawa ke sana. Selama mengontrak, banyak kendala dihadapi seperti tidak adanya tempat penyimpanan beras untuk orang miskin (Raskin) dan minimnya lahan parkir sehingga menyulitkan warga,” kata Nasrudin.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jaktim Sutia mengatakan, akan menargetkan pembangunan seluruh kantor kelurahan dan kecamatan rampung pada tahun 2014. Namun itu semua tergantung proses pelelangan yang dilakukan oleh ULP (Unit Layanan Pengadaan).

“Kami juga menunggu proses lelang lagi yang ditargetkan tahun 2014, pembangunan semua Kantor kelurahan dan kecamatan itu selesai,” kata Sutia. @winarko