Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pendidikan

Majukan pendidikan bangsa, Indonesia perlu pemimpin kuat 

LENSAINDONESIA.COM : Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Suhardi mengatakan, hingga saat ini masih banyak anak Indonesia yang belum merasakan pendidikan secara layak. Seharusnya  pendidikan anak bangsa adalah tanggung jawab pemerintah.

“Kenyataannya sampai saat ini masih banyak anak Indonesia yang belum mendapatkan pendidikan yang layak bahkan sampai ada yang putus sekolah. Padahal kualitas pembangunan manusia Indonesia ditentukan oleh kualitas pendidikan,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (2/5/2014).

Dirinya menjelaskan, hal lain yang patut dicermati adalah kurikulum pendidikan saat ini lebih terfokus pada unsur kognitif atau akademis. Padahal dalam pendidikan ada 3 unsur yang harus terpenuhi yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Karena fokus pada unsur kognitif, maka  arah pendidikan saat ini lebih kearah akademis atau usaha untuk meraih nilai setinggi-tingginya, dan pada akhirnya dua unsur lainnya terlupakan.

“Seperti misalnya dalam unsur afektif  yaitu pendidikan budi pekerti, moral, dan agama semakin berkurang jam pelajarannya. Padahal unsur afektif sangat penting untuk membangun kepribadian seseorang.  Apalah artinya nilai akademis yang bagus jika tidak diimbangi dengan budi pekerti yang baik,”

“Selain itu jangan dilupakan pula unsur psikomotorik, pendidikan olahraga sangat penting untuk menjaga siswa tetap sehat, ada pepatah yang mengatakan bahwa, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Namun pada kenyataannya, pelajaran olahraga dalam kurikulum pendidikan saat ini semakin berkurang.” tambah Suhardi.

Dirinya menambahkan, Gerindra punya komitmen yang sangat besar terhadap kemajuan pendidikan Indonesia.  Bangsa Indonesia, lanjut Suhardi, bisa bangkit jika masyarakatnya cerdas, untuk mewujudkan hal tersebut tentunya kualitas pendidikan harus ditingkatkan.

” Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan mengembangkan pendidikan yang berlandaskan Pancasila, melaksanakan wajib belajar 12 tahun hingga seluruh pelosok Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan tenaga pengajar.Hal tersebut tertuang dengan jelas dalam program kerja Gerindra dalam 6 Program Aksi Transformasi Bangsa,” tandasnya. @kiki_budi_hartawan.