Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Hukum

PKS : PDIP tak pernah ungkit HAM saat Prabowo cawapres Mega 

LENSAINDONESIA.COM : Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menilai, persoalan kasus pelanggaran HAM dan penculikan yang dialamatkan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto  sudah selesai dan proses penegakan hukum sudah dijalankan. Namun, PDIP sampai saat ini  selalu menyerang mantan Danjen Kopasus tersebut  dengan kasus pelanggaran HAM dan penculikan.

“Beliau sudah menjelaskan, pada prinsipnya hukum sudah dijalankan, pengadilan sudah dilakukan, vonis sudah diberikan,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Dirinya pun merasa heran jika tiba-tiba isu tersebut kembali santer diperbincangkan. Sebab pada tahun 2009, kata dia, saat Prabowo menjadi cawapres Megawati, hal itu tidak pernah disinggung sama sekali.

“Semua tahu pada tahun 2009 Megawati gandeng Prabowo sebagai cawapres, tapi dipermasalahkan,” paparnya.

Pria yang pernah bertarung pada pilkada 2012 lalu menjelaskan, memperjuangkan HAM sangat penting bagi kehidupan bangsa. Dan isu tersebut juga menjadi perhatian PKS bila nanti benar-benar memerintah saat berkoalisi dengan Gerindra.

“Penting betul berikan jaminan terhadap HAM, kepastian hukum dan kebebasan beragama. Kita tidak ridho dengan politik culik-menculik, hukum sudah pernah dilakukan, vonis pernah diberikan,” tegas dia.

Dengan alasan itu, PKS berminat untuk mendukung Prabowo sebagai capres. Apalagi, lanjut Hidayat, Prabowo sudah pernah menjadi cawapres dan tak pernah jadi persoalan tentang HAM itu.

“PDIP dan hukum Indonesia tidak pernah mempermasalahkan,” tandasnya. @kiki_budi_hartawan.

Baca Juga:  Jaring Bacawali, PKS Surabaya gelar Pemilu Internal Tahap 2