LENSAINDONESIA.COM: Moh Zaini, Caleg DPRD Gresik dari Partai Golkar, diadili di PN Surabaya karena diduga melakukan penipuan jual beli tanah di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Terdakwa membela dengan mengaku bahwa justru dirinya yang ditipu Renny Poedji Astoeti, pelapor yang mengaku sebagai pengembang properti. Zaini menjelaskan, transaksi jual beli tanah bermula saat ia dikabari Misbahul Munir, tetangga desanya, ada pengembang (Renny) hendak membeli lahan di sana. “Pak Misbahul bilang ada orang nyari tanah,” jelasnya kepada wartawan di PN Surabaya, Senin (12/5/2014).

Setelah itu, ia diperkenalkan Misbahul ke Renny di rumahnya Perumahan Wisata Bukit Mas Blok D 1, No 16, Kelurahan Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya. Singkat cerita, diperoleh kesepakatan pembelian lahan milik warga di Desa Banjarsari. “Ada empat petak lahan yang dibeli. “Waktu itu saya kan kebetulan di balai desa. Saya juga dititipkan uang Rp 150 juta untuk diberikan kepada petani-petani yang tanahnya mau dijual,” tandasnya.

Zaini mengaku tidak kenal dengan Renny. Urusan pembelian tanah tersebut selanjutnya ditangani Misbahul dan Agil. Termasuk ketika penyerahan sertifikat lahan milik warga saat uang muka diserahkan Renny, melalui Misbahul. Begitu pula ketika penyerahan uang ke Haji Marjub, salah satu pemilik lahan yang dibeli.

Karena itu, Zaini membantah disebut dalam dakwaan membawa uang pembelian lahan dari Renny dan menggelapkan sertifikat lahan yang dibeli. “Sertifikat lahan warga semuanya di Misbahul dan Pak Agil (notaris, red). Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba dibilang gelapkan sertifikat,” tandasnya.

Dia juga menyebut bahwa Renny ternyata bukan pengembang. Pembelian lahan tersebut juga bermasalah karena Renny hanya maunya membayar DP, lalu pelunasannya digantung. “Beberapa warga yang tanahnya dibeli, DP-nya dikembalikan. Sertifikatnya diambil lagi melalui konsinyasi. Siapa yang jual tanah kalau digantung begitu,” jelas Zaini.

Dalam dakwaan dijelaskan, kasus ini terjadi pada 11-19 Nopember 2012 lalu. Saat itu, terdakwa diajak Masmul Khoir dan Misbahul Munir menemui Renny di rumahnya. Ada kesepakatan jual beli tanah milik petani di desa tempat tinggal terdakwa. Renny selaku korban mengaku sudah menyerahkan sejumlah uang untuk transaksi itu.  Namun, belakangan sertifikat lahan yang dibelinya tidak diberikan oleh terdakwa. Padahal, uang sudah diserahkan. Akhirnya ia melapor ke polisi. @ian