Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE HEALTH

Polda Jatim beri kesempatan 2500 warga dapat operasi katarak gratis 

LENSAINDONESIA.COM: Dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara ke-68, Polda Jatim bekerjasama dengan yayasan Budha Tzu Chi Indonesia, akan mengadakan operasi katarak gratis kepada 2500 orang. Operasi mata tersebut akan dilaksanakan dalam waktu 4 hari dari tanggal 26-31 Mei 2014,

Kabiddokkes RS Bhayangkara Polda Jatim Kombes Pol Budiyono menerangkan, sesuai dengan instruksi Kapolri, perayaan HUT Bhayangkara ke-68 dirayakan dengan kegiatan bhakti sosial, agar peran Polri sebagai pengayom masyarakat dapat terwujud. “Kegiatan operasi katarak gratis ini sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat yang terkena penyakit mata. Sebab angka penderita katarak di Jatim cukup besar,” terangnya.

Budiyono menjelaskan, dari data Dinkes Jatim terdapat 35 ribu penderita mata katarak. Untuk bisa memaksimalkan hasil, Polda Jatim telah melakukan sosialisasi di 15 Kabupaten/Kota melalui 14 Polres jajaran di wilayah Surabaya dan Kediri. “Kegiatan ini sudah kami sosialisasikan di 14 Polres jajaran, terutama di Surabaya dan Kediri. Kami harap nantinya masyarakat yang mendapat kesempatan operasi katarak gratis ini dapat melihat seperti sedia kala,” lanjutnya

Menurut Budiyono, kegiatan operasi katarak gratis bakal dilakukan di RS Bhayangkara Surabaya dan RS Bhayangkara Kediri karena di rumah sakit ini dalam sekali operasi bisa langsung menangani 7-10 pasien. “Sudah pasti kami akan menggunakan jasa dokter yang sangat berpengalaman sehingga waktu yang dibutuhkan untuk melakukan operasi katarak cuma sekitar 10-15 menit,” tambahnya.

Budiyono menjelaskan, sebelumnya pasien harus menjalani mekanisme pemeriksaan sehingga tak semuanya bisa ditindak dalam operasi karena calon pasien wajib menjalani proses sreening guna diperiksa tensi dan gula darah. Apabila dari pemeriksaan itu pasien tidak lolos, maka yang bersangkutan tidak dapat mengikuti operasi katarak gratis.

Baca Juga:  Intoleransi sama dengan menolak hak-hak dasar yang dijamin oleh konstitusi

“Dari jumlah pendaftar yang sekitar 4 ribu orang, hanya sekitar 2500 orang yang dapat mengikuti operasi setelah dilakukan pemeriksaan. Proses penanganannya dari RS Bhayangkara Kediri mengoperasi 1500 orang, sedangkan di Surabaya mengerjakan 1000 orang,” pungkasnya. @rofik