Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
HEADLINE DEMOKRASI

Tiga tersangka korupsi MERR II C Gunung Anyar resmi ditahan 

LENSAINDONESIA.COM: Kejari Surabaya akhirnya menahan para tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Middle East Ring Road (MERR) II C di Kecamatan Gunung Anyar.

Sedikitnya, ada tiga tersangka yang dijebloskan di dua tempat berbeda, yakni di Rutan Klas I Surabaya di Medaeng dan Lapas Sidoarjo. Ketiga tersangka yang ditahan Kejari Surabaya itu diantaranya berinisial OF sebagai Satuan Tugas (Satgas) di Dinas Bina Marga & Pematusan, ED sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan tersangka terakhir adalah DW sebagai koordinator Satgas pembebasan tanah.

Kejari hanya menyebut inisial, namun dari sumber yang ada, DW adalah kepanjangan dari Djoko Wiyono. “Awalnya, ada dua tersangka, yakni OF dan ED dan ditetapkan 12 Mei lalu. Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan pada SKPD dan pihak luar, ada tambahan satu tersangka yakni DW,” jelas Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya, Nurcahyo Jungkung Madyo.

Setelah menyelesaikan proses administratif di lantai dua Kejari Surabaya selama satu jam, ketiga tersangka kemudian digiring ke mobil tahanan yang sudah menunggu di halaman kejaksaan.

Ada dua mobil tahanan yang disediakan, dimana untuk OF dan ED dibawa ke Rutan Medaeng. Sedangkan satu mobil tahanan lain membawa Djoko Wiyono ke Lapas Sidoarjo. “Alasan penahanan ini sesuai pasal 26 KUHAP karena ada kekhawatiran mereka bisa melarikan diri serta merusak barang bukti,” paparnya.

Sesuai rencana, proses penahanan mereka selama 20 hari, terhitung mulai Rabu (4/6/2014) hingga 23 Juni. Sedangkan penahanan Djoko Wiyono yang terpisah dari dua tersangka lain, Kejari Surabaya hanya menegaskan bahwa ini untuk membantu proses penyidikan. “Ini titipan tahanan ke Lapas Sidoarjo. Kami bedakan karena terkait faktor pengamanan,” jelasnya.

Baca Juga:  Kesetaraan Di Mata Hukum: Antara Pasien BPJS Kesehatan dan Non BPJS

Selain menahan ketiganya, Kejari Surabaya juga menyita tiga ponsel tersangka dugaan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan MERR II C ini. “Ini dilakukan untuk mengembangkan proses penyidikan dan sekaligus memeriksa data yang tersimpan di dalamnya,” ujarnya.

Ketika disinggung apakah dalam penyidikan ini, jaksa akan menambah tersangka, dia belum bisa memastikan. Pasalnya, pihaknya masih mengembangkan penyidikan ini. “Masih terus kami dalami,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, terkait penggelembungan ganti rugi pada warga, pihaknya memang sudah memeriksa sekitar 35 warga. Dari pemeriksaan itu, Kejari Surabaya menindaklanjuti dengan menyita uang tunai dan buku tabungan milik warga itu. “Dari penyidikan, ada 40 dari 163 persil lahan yang kami ketahui. Sedangkan warga yang diperiksa, ada sekitar 30 sampai 35 warga. Pada Jumat (30/5) kemarin, kami juga sudah memeriksa tujuh warga,” tegasnya.

Untuk diketahui, Pemkot Surabaya mengucurkan anggaran Rp 30 miliar di tahun 2013 untuk pembebasan lahan pembangunan MERR II C di Kecamatan Gunung Anyar. Dari sebanyak 300 persil yang akan dibebaskan, tercatat hingga bulan Oktober 2013, baru 111 persil yang sudah dibayarkan kepada pemilik. Camat Gunung Anyar bersama Lurah Gunung Anyar, diduga turut terlibat dalam penyimpangan anggaran proyek pembebasan lahan ini. @ian