LENSAINDONESIA.COM: Dewan Kehormatan (DK) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Jawa Timur dan DK Peradi Pusat Jakarta digugat anggotanya sendiri, advokat Gedijanto.

Berdasarkan nomor perkara 426/PDT.G/2014/PN.SBY, keduanya digugat karena melakukan perbuatan melawan hukum dan asas legalitas Undang-Undang nomor 11 tahun 1980.

Gugatan ini berawal dari putusan sidang kode etik yang dijatuhkan DK Peradi kepada Gede beberapa waktu lalu. Dalam putusan bernomor: 30/PERADI/DK-JATIM/2012 tanggal 4 Januari 2012, ketua majelis DK Peradi Jatim menjatuhkan sangsi pemecatan terhadap Gede sebagai advokat. Putusan DK Peradi Jatim itu, dikuatkan dengan putusan bernomor 07/DKP.PERADI/III/2013 tanggal 24 April 2014 di tingkat banding.

Menurut pertimbangan putusan, Gede dinyatakan terbukti melakukan penyuapan kepada salah satu saksi perkara sengketa lahan yang ditanganinya. Tak tanggung-tanggung, DK Peradi Jatim dan DK Peradi Pusat digugat Rp 100 juta perhari sejak 8 Mei 2014 hingga perkara gugatan ini berkekuatan hukum tetap.

Saat dikonfirmasi, Gede membenarkan adanya gugatan yang dilayangkannya itu. Menurutnya, hal itu ia lakukan sebagai wujud pencari keadilan. “Lah wong bukan saya yang ngasih uang, kok saya yang disalahkan. Lagian, uang yang diberikan oleh klien saya itu hanya untuk bea transport saksi, mengingat saksi orang tak mampu, transport ke persidangan sangat memberatkan dirinya,” jelas Gede. @ian