LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi meminta sejumlah pihak tidak mempersoalkan pemasangan lambang garuda di dada kanan baju pasangan capres-cawapres Prabowo subianto-Hatta rajasa berserta seluruh pendukungnya.

Menurutnya, bila masalah tersebut terus diusik, maka masyarakat akan kehilangan fokus. Kata Suhardi, yang menjadi fokus saat ini adalah memikirkan masa depan Indonesia, agar lebih aman dan sejahtera.

“Kita harus prioritaskan, masa kita cari kesalahan sampai ke ujung-ujungnya. Repot amat sih kalau kita bicarakan hal yang tak relevan. Kita sedang dalam situasi mengamankan negara, menyelematkan generasi ke depan. Jangan ngurusi logo,” katanya di Jakarta, Jumat (06/06/2014).

Suhardi menyampaikan, seluruh jajaran Koalisi Merah Putih tengah berkonsentrasi pada program pemenangan saja, tak mengurusi masalah logo. Timses Prabowo-Hatta sedang semaksimal mungkin meyakinkan hati masyarakat agar memilih pemimpin yang tepat.

“Kita sudah tak ada waktu berbincang hal kecil. Kita mau pastikan Indonesia makmur dan sejahtera, tidak terancam hidupnya dan tidak terancam teroris, tidak terancama negara tetangga. Kita sibuk mengurus masalah besar negara,” tandas Suhardi.

Suhardi menegaskan lambang garuda yang dipakai tak sama persis dengan lambang negara. “Apa salahnya? Apalagi itu tak persis lambang negara,” ungkapnya

Sementara itu, pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk menilai lambang Garuda yang dipakai kubu Prabowo-Hatta tak boleh digunakan sembarangan.

Hamdi pun meminta kubu Prabowo-Hatta memperhatikan Undang-Undang (UU) tentang lambang negara. Yakni UU No 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

“Kita ada UU-nya yang tidak memperbolehkan. Ada tempat-tempat yang diperbolehkan, ada yang tidak,” ujarnya.

Penggunaan lambang Burung Garuda diatur ketat dalam UU 24/2009. Dalam UU itu disebutkan, lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang selanjutnya disebut lambang negara adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam Pasal 52 huruf e disebutkan, lambang negara dapat digunakan sebagai lencana. Dapat juga dipakai sebagai atribut pejabat negara, pejabat pemerintah atau warga negara Indonesia yang sedang mengemban tugas negara di luar negeri.

Dalam pasal 54 ayat 3 disebutkan, lambang negara sebagai lencana atau atribut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 huruf e dipasang pada pakaian di dada sebelah kiri. Sedangkan baju yang dikenakan timses Prabowo-Hatta menggunakan lambang Burung Garuda berwarna merah. Lambang itu disematkan di dada sebelah kanan.

Seperti diketahui, sejak pengundian nomor urut capres 2014, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bersama tim suksesnya menggunakan lambang Garuda di bagian kanan di baju mereka. Hal itu dipermasalahkan karena dinilai menggunakan lambang negara secara sembarangan.@endang