LENSAINDONESIA.COM: Unit 1 Sat Reskoba Polrestabes Surabaya membekuk anggota jaringan Narkoba antar pulau, Halim (31) warga Jl Sukodono Surabaya dan Odi (36) warga Jl Semampir di tempat kosnya Jl Kupang gunung Jaya. Dari tangan keduanya, disita barang bukti sabu 293,82 gram, 369 butir ineks, 3 buku tabungan, ATM serta buku rekap pembelian sabu.

Dalam pemeriksaan petugas penyidik, kedua tersangka mengaku mendapat dari Johan (38) warga Jl Teluk Tiram Laut, Banjarmasin yang tinggal di Apartemen Waterplace, Surabaya. Nama itu akhirnya berhasil disergap petugas Sat Reskoba Polrestabes Surabaya.

Tersangka Johan merupakan kurir yang selalu mendapat order dari beberapa bandar di Surabaya dan Kalimantan. Dari dari apartemennya, diamankan barang bukti sabu seberat 71 gram dan sebuah ATM berisi print transaksi mencurigakan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, tersangka merupakan anggota jaringan Narkoba antar pulau. Awalnya polisi mengamankan Halim dan Odi. Setelah dilakukan pengembangan, Johan yang berperan sebagai bos kurir dan punya dua anak buah ikut diringkus.

“Dari keterangan Johan tersebut, anggota kami dapat mengamankan dua anak buahnya yakni David (38) warga Jl Simorejo dan Novin (25) warga Jl Simorukun, sesaat setelah turun dari kereta api dari Jakarta dengan membawa barang bukti sabu 787,91 gram, disimpan dalam buku yang sudah didesaign sedemikian rupa,15 butir ineks, 4 buku tabungan dan 3 ATM,” terangnya.

“Mereka baru saja mengambil Narkoba dari seorang bandar dengan modus diranjau di Mall Citra Land lalu kembali ke Surabaya menggunakan kereta api ekonomi untuk mengelabui petugas. Sedangkan Johan melalui jalur udara bersama pacarnya tanpa membawa barang bukti,” imbuh Kombes Pol Setija.

Dalam catatan kepolisian, Johan merupakan residivis Polrestabes Surabaya yang pernah ditangkap tahun 2012. Dia menjalani hukuman di Lapas Medaeng dan baru bebas beberapa bulan lalu. “Dalam pemeriksaan, selain mendapat pesanan dari Surabaya, jaringan Narkoba ini juga melayani pembelian dari Kalimantan,” pungkas Kombes Pol Setija.

Sayangnya samapi saat ini bandar besar Narkoba yang menyuplai kebutuhan jaringan ini belum berhasil dijangkau Sat Reskoba Polrestabes Surabaya. @rofik