Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Jimly Asshiddiqie: Sistem demokrasi Indonesia cukup memuaskan 

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menilai kinerja sistem demokrasi di Indonesia lebih maju. Bahkan, menurutnya, sudah cukup memuaskan bila dibandingkan dengan Thailand dan Mesir.

“Bila melihat dan membandingkan dengan bangsa lain yang sama-sama sedang mengalami transformasi demokrasi, kinerja demokrasi kita itu lebih bagus,” ujar Jimly saat memberikan sambutan dalam acara memperingati hari Milad ke2 DKPP di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Kamis (12/06/2014).

Pada waktu tahun 1998, Indonesia sedang mengalami masa reformasi, di Thailand sudah terbentuk Mahkamah Konstitusi. Tapi hasil Pemilu di negara yang dikenal gajah putih itu belum menghasilkan pemerintahan yang stabil. Menurutnya, masih ada usaha-usaha untuk membatalkan Pemilu dengan cara-cara di luar sistem demokrasi itu sendiri.

“Mari kita syukuri. Sistem demokrasi kita mencapai tingkat memuaskan. Dan menjadikan Indonesia demokrasi terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan India,” terang guru besar hukum tata negara itu.

Lebih lanjut, ia menambahkahkan, bisa jadi rasionalitas berpolitik Indonesia juga jauh lebih cepat bahkan dibandingkan dengan Amerika Serikat sekalipun. Dia menerangkan, hingga abad ke-2, demokrasi Amerika Serikat masih terseok-seok. Contohnya saja, orang yang punya keyakinan agama yang tidak mainstream baru bisa terpilih itu di abad ke 2,5 yaitu John F Kennedy yang beragama Katolik sementara mayoritas warga Amerika itu Kristiani.

“Memang benar, Amerika itu Sekuler. Tapi sebenarnya dipandang dari sikap keberagamaan bangsa-bangsa di dunia, Amerika itu contoh masyarakat yang agamis. Gereja-gereja di Amerika sangat penuh beda dengan gereja-gereja di Eropa. Maksud saya, baru 2,5 abad bisa menerima keyakinan yang berbeda dengan mayoritas penduduknya termasuk menerima orang kulit hitam menjadi pemimpin,” bebernya.

Namun Jimly mengingatkan, agar bangsa ini tidak segara berpuas diri dengan capaian yang sudah diraih saat ini. Pasalnya, masih ada pekerjaan besar bangsa ini dalam rangka meningkatkan kualitas demokrasi.

Baca Juga:  Jadilah buzzer penyebar informasi positif untuk perdamaian

“Zaman sekarang ini tidak lagi sekedar menegakan aturan hukum, (rule of law) tapi demokrasi berakhlak atau berintegritas. Demorkasi bila hanya sekedar formal, tapi substansial,” tutup Jimly.

Hadit dalam acara tersebut, diantaranya Ketua dan Anggota KPU RI Husni Kamil Manik, Arief Budiman, Sigit Pamungkas, Ida Budhiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Sedangkan dari Bawaslu, Muhammad, ketua dan sekjen Bawaslu Gunawan Suswantoro serta sekjen KPU Arif Rahman Hakim termasuk para awak media.@yuanto