LENSAINDONESIA.COM: Sumari (40) asal Dusun Krekep Kediri yang kos di Jl Panduk II Surabaya, diringkus Polrestabes Surabaya setelah melakukan tindak pencabulan dan pelecehan seksual pada 19 muridnya, tujuh diantaranya masih di bawah umur.

Pelatih tenaga dalam sebuah perguruan silat yang masih membujang ini mengaku pada tahun 2010 mendapat wangsit melalui mimpi selama tiga hari untuk mensucikan anak didiknya dengan ritual seksual. Proses penyucian itu disebutnya bisa membuat barang haram yang masuk melalui makanan akan keluar bersama sperma.

“Saya mendapat wangsit melalui mimpi untuk melakukan ritual pensucian melalui ritual seksual. Usai melakukan `seperti itu`, maka barang haram yang masuk ke tubuh murid saya melalui makanan akan keluar bersamaan dengan spermanya,” dalih Sumari yang diduga kuat mengidap homo alias gay.

Modus yang digunakan guru silat pelaku pencabulan ini adalah menghubungi korban yang tak lain adalah muridnya melalui telpon untuk datang ke tempat kosnya. Dengan dalih akan melakukan penyucian dan pembersihan diri, pelaku meminta muridnya mau disodomi maupun melakukan oral seks.

Namun belakangan, guru silat cabul ini malah berperan sebagai wanita dan meminta muridnya yang melakukan aktivitas seks terhadapnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sumaryono mengatakan, polisi yang mendapat laporan dari sejumlah korban langsung melakukan penyelidikan. Setelah mengumpulkan data dan bukti, guru silat pelaku pencabulan ini langsung diringkus dari tempat kosnya. “Setelah kami mendapat laporan dari korban, polisi cepat bergerak dan mengamankan pelaku bersama barang buktinya. Hingga saat ini tercatat pelaku sudah mencabuli 19 muridnya. Tujuh diantaranya masih dibawah umur,” terangnya.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 82 Undang Undang RI no 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dibawah umur dan diancam hukuman pidana 15 tahun penjara,” sambung Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini menegaskan. @rofik