Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Usai Debat Capres, kedua kubu klaim jagoannya raih hasil positif 

LENSAINDONESIA.COM: Debat Capres jilid II jelang Pilpres 2014, tadi malam yang mempertemukan Prabowo Subianto dengan Joko Widodo (Jokowi) menyisakan klaim dari masing-masing kubu kedua pasangan.

Dari kubu Jokowi-JK, Poempida Hidayatullah selaku juru bicara pasangan nomor urut 2 tersebut memberi penilaian yang positif atas penampilan jagoannya.

Menurut Poempida, Jokowi kembali memberikan penampilan yang luar biasa dalam Debat Capres jilid II itu. Kharisma kepemimpinannya keluar, serta argumen-argumen yang diberikan diutarakan dengan baik dan mudah dimengerti. “Secara eksplisit pun hal ini diakui oleh Prabowo sendiri,” ujar Poempida dalam keterangannya kepada Lensa Indonesia, Senin (16/6/2014).

Karena itu, politisi Golkar yang membelot dari keputusan partainya itu menegaskan, bahwa apa yang ditampilkan Jokowi dalam Debat Capres pertama dan kedua semalam sudah cukup membuktikan keraguan masyarakat akan kemampuan mantan Walikota Solo tersebut dalam adu argumen jelang Pilpres 2014. “Dan Jokowi sama sekali tidak mengalami kesulitan dalam hal itu. Berbeda dengan Prabowo,” terangnya.

“Selain itu Jokowi berhasil menancapkan di benak seluruh rakyat Indonesia, bahwa ia adalah orang Indonesia asli, yang besar di Indonesia dan dekat dengan rakyat,” sambung Poempida Hidayatulloh.

Sementara menurut Priyo Budi Santoso selaku tim sukses Prabowo-Hatta menilai, Debat Capres semalam yang bertemakan ekonomi dan kesejahteraan sosial ibarat `pecah telur` untuk kemenangan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014, 9 Juli nanti. “Skor 1-0 untuk Prabowo,” ujar Priyo usai acara.

Penilaian ini, didasarkan bagaimana Prabowo tampil dengan sangat mengesankan dan mengusai masalah besar bangsa Indonesia dan mampu menawarkan solusinya dengan sangat baik dan meyakinkan. “Pak Prabowo bicara tantangan makro maupun mikro ekonomi dengan cakap. Sementara Jokowi agak keteteran dan terlalu mikro,” tegasnya Priyo Budi Santoso.

Baca Juga:  Warga Surabaya mayoritas Nahdliyin, Badru Tamam: PKB Adalah Kunci di Pilkada Surabaya 2020

Wakil Ketua DPR Fraksi Golkar ini menambahkan, hal fatal yang dilakukan Jokowi dalam debat Capres seri II itu adalah seringnya Jokowi melihat catatan saat mengajukan dan menjawab pertanyaan. Pemandangan yang sangat kontras dengan Prabowo yang tampil percaya diri tanpa membawa catatan atau contekan yang menunjukkan kelasnya sebagai figur pemimpin yang pantas menang dalam Pilpres 2014. “Tentu saja ini mengurangi orisinilitas apa yang disampaikan Jokowi,” pungkasnya.@firdausi