LENSAINDONESIA.COM:  Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Kota Malang memburu para pekerja asing ilegal.

Kepala Disnakertrans Kota Malang, Kusnadi melalui lewat Kabag Humas Pemkot Malang Alie Mulyanto mengatakan, saat ini banyak pekerja asing yang tak memiliki surat resmi atau visa kerja tapi tetap beroperasi.

“Informasi itu kami terima dari masyarakat. Makanya hingga saat ini kami intensif melakukan pemantauan  pergerakan pekerja asing di Kota Malang. Hal ini dilakukan, karena kami tak ingin kecolongan,” ujarnya kepada lensaindonesia.com, Rabu (18/06/2014).

Dia menjelaskan, bahwa jumlah pekerja asing yang berhasil didata oleh Disnakertrans sebanyak 30 orang. Mereka  berasal dari berbagai negara. Di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Australia dan lain sebagainya.

“Mereka tidak hanya menjadi konsultan atau pengawas di perusahaan-perusahaan bermodal asing. Namun, juga banyak yang menjadi teknisi atau tenaga pendidik di sekolah maupun kampus-kampus serta tempat-tempat pendidikan informal atau kursus,” tuturnya.

Dia mengakui selama ini memang pekerja asing tersebut bertingkah laku baik. Mereka   tak pernah ada masalah dengan perusahaan tempatnya bekerja atau yang berkaitan dengan visa tinggal.

“Mereka juga tertib sehingga tidak ada. Sebab,  mereka selalu lapor ketika hendak akan pulang maupun datang. Meski begitu, kita tetap harus waspada. Itu untuk mengantisipasi tenaga kerja asing yang ilegal,”  tegasnya.

Karena itu, papar dia, Disnakertrans Kota Malang akan terus melakukan pemantauan terhadap pekerja asing. Hal itu dilakukan lewat kerja  sama dan koordinasi dengan pihak Bakesbangpol Kota Malang. Hasil sementara, masih belum ditemukan pekerja asing yang ilegal.@aji_dewa_roisky