Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Dukun palsu pengganda uang diringkus polisi 

LENSAINDONESIA.COM: Sumono (34) warga Dusun Bulu, Desa Sirapan, Kecamatan Madiun, diringkus petugas Polsek Nglames karena diduga kuat melakukan tindak pidana penipuan dengan modus mampu menggandakan uang secara gaib kepada korbannya.

Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia, peristiwa penipuan ini bermula ketika korban sekaligus pelapor, Hariyanto warga Jl MH. Thamrin, Desa Bangunsari, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo datang ke rumah dukun yang akrab dipanggil Gus Mbethik ini pada 8 April lalu. Korban yang datang bersama saudaranya itu berniat meminta bantuan pelaku untuk mencari solusi permasalahan hutang piutang yang dialaminya.

Pelaku yang mengaku sehari-hari berprofesi sebagai tabib pengobatan alternatif tersebut lantas meminta uang sebesar Rp 3,25 juta sebagai syarat ritual memperoleh uang secara gaib. Karena awam tentang hal-hal mistis, korban beserta saudaranya itu percaya saja dan langsung menuruti permintaan dukun palsu itu.

Namun setelah melakukan enam kali ritual, ternyata uang gaib yang dijanjikan dukun palsu ini tak kunjung ada. Akal sehat korban akhirnya jalan dan menyadari bila ini merupakan praktik penipuan dengan modus dukun pengganda uang. Kasus itu lantas dilaporkan ke Polsek Nglames.

Kapolsek Nglames AKP M Isnaeni Ujianto pada Lensa Indonesia mengaku langsung menerjunkan anggota ke rumah pelaku untuk melakukan penangkapan. Polisi langsung menyita barang bukti berupa satu bungkus dupa harum, dua botol minyak wangi cap serimpi dan merk fanbo. “Barang bukti itu diduga kuat digunakan pelaku sebagai media untuk melakukan aksi penipuan. Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan,” tegas AKP Muh Isnaeni Ujianto, Rabu (18/6/2014)

Pada petugas Sumono mengelak jika ritual yang dilakukannya itu merupakan aksi penipuan. Dukun ini bersikukuh bahwa ritual yang dilakukan di kawasan punden tua itu adalah permintaan pasien itu sendiri. “Saya ini hanay memediasi untuk mengantar korban agar bisa masuk ke alam gaib  dann meminta uang seperti yang diharapkan sebelum ritual,” kilahnya.@dhimas_adi