LENSAINDONESIA.COM: Nanang Arokhman pelaku pelemparan dua wisma Putri Ayu II dan Sumber Rejeki, di Lokalisasi Dolly, Selasa (17/6/2014) kemarin, sampai saat ini masih menjalankan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta mengatakan, terkait dengan pelaku pelemparan dua wisma di Lokalisasi Dolly, setelah diamankan Polsek Sawahan dan diserahkan ke Polrestabes Surabaya, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku.

Namun setelah yakin bahwa pelaku mengidap kelainan jiwa, dia akhirnya dikirim polisi ke Rumah Sakit Jiwa Menur untuk menjalani pengobatan. Dari hasil pemeriksaan diketahui yang bersangkutan tidak sehat secara rohani dan kejiwaan karena saat dilakukan pemeriksaan, pelaku ini juga bersikap aneh dan marah-marah. Bahkan  dia melempari petugas penyidik hingga kaca di ruang penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) pecah,” terang Kombes Pol Setija Junianta.

“Kami juga sudah mendapatkan keterangan dari orang tua pelaku, bahwa yang bersangkutan selama ini masih menjalankan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Menur. Nggak tahu kenapa dia kok tiba-tiba menyerang Lokalisasi Dolly,” tambah Kapolrestabes Surabaya ini.

Selain keterangan dari orang tua pelaku penyerangan Lokalisasi Dolly, Polrestabes Surabaya juga juga mendapat surat keterangan dari Rumah Sakit Jiwa Menur, yang menyatakan pernah dirawat di rumah sakit bahkan sampai saat ini juga masih sering melakukan pengobatan.

Disinggung gangguan jiwa yang dilakukan oleh pelaku mungkin hanya modus untuk menghindari proses hukum, Kombes Pol Setija Junianta menambahkan, pelaku memang mengidap gangguan jiwa. Penyidik yang melakukan pemeriksaan, pun sudah menerangkan hal tersebut. ” Orang yang mengidap gangguan jiwa kan bisa terlihat. Bahkan dari awal-awal pemeriksaan, pelaku sudah menunjukkan tanda-tanda adanya gangguan jiwa,” pungkasnya.@rofik