Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Polda dan Polresta Malang bekuk residivis curas spesialis Moge 

LENSAINDONESIA.COM: Tim satuan Reskrim Polresta Kota Malang bersama Polda Jatim berhasil membekuk satu dari kawanan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan kekerasan spesialis motor gede (Moge), Rabu (18/06/2014).

Selain membekuk tersangka, polisi juga mengamankan dua unit sepeda motor Kawasaki Ninja 250 CC.

Tersangka adalah HC (31), warga Turen Kabupaten Malang yang kesehariannya sebagai tukang tato. Sedangkan tersangka lain ZN berhasil kabur. Sehingga, dia menjadi buronan polisi dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasubag Humas Polres Kota Malang AKP. Dwiko Gunawan, tersangka perampasan dengan kekerasan itu disertai dengan penipuan. “Sebab, mereka melakukan aksinya dengan menipu korban, lalu dengan tindak kekerasan,” kata Dwiko.

Dijelaskan dia bila  tersangka HC melakukan pemerasan di daerah Mojokerto 3 Mei 2014 yang lalu. Saat itu tersangka berhasil merampas motor jenis Kawasaki Ninja berwarna merah. Setelah melakukan aksi perampasan yang pertama, tersangka melakukan perbuatan yang sama pada 31 Mei 2014 di daerah Jombang. Mereka menjarah motor Kawasaki Ninja warna putih.

Sejak saat itu polisi terus memburu tersangka. Hasilnya, tersangka berhasil ditangkap polisi dari Polresta Malang bersam Polda Jatim. HC ditangkap di tempat kosnya. Polisi juga mengamankan dua unit sepeda motor yang dirampas. Menurut pengakuan HC, sepeda motor itu akan dijual Rp 7 juta per unit.

Berdasarkan data di kepolisian, komplotan tersangka ini sebelumnya juga menjarah sepeda motor Honda Blade dan Suzuki Satri Fu. Dua motor itu dijual masing-masing seharga Rp 4 juta dan  Rp 3 juta. “Mereka itu merupakan komplotan residivis karena sudah sempat dihukum di LP Lowokwaru dengan kasus yang sama,” tandasnya.

Karena itu kata Dwiko, tersangka akan dijerat pasal 368 dan pasal 378 yaitu pemerasan dan penipuan. Meski begitu, tersangka diboyong ke Polda Jatim untuk pengembangan lebih lanjut terkait dengan tindakan mereka yang dilakukan sebelumnya.@putut_aji_dr

Baca Juga:  Palsukan akta otentik, bos PT Hasil Prima Intersarana divonis 3,5 bulan penjara