Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
HEADLINE JATIM RAYA

Polisi Malang tembak mati perampok motor bersenjata bom 

LENSAINDONESIA.COM: Anggota Polsek Blimbing Kota Malang bersama Polsek Singosari Kabupaten Malang berhasil melumpuhkan kawanan perampok motor yang beraksi menggunakan bom rakitan. Satu dari enam perampok tersebut tewas ditembak di tempat, Rabu (25/06/2014).

“Dari enam kawanan itu ada dua orang yang lolos, melarikan diri. Mereka menyerang aparat termasuk satu anggota TNI yang membantu polisi. Anggota TNI itu diserang menggunakan bom rakitan sejenis bondet. Sehingga mengalami luka parah. Sekarang anggota TNI itu dirawat di RS Supra’un Kota Malang,” ungkap Kapolres Kota Malang, AKBP Totok Hariyanto.

Kata Totok, perampok jalanan itu beraksi di Jalan Panji Suroso. Mereka menghadang dan merampas sepeda motor jenis Kawasi Ninja, miik korban berinisial E. Korban dibacok, lalu sepeda motornya dibawa kabur.

Kejadian itu dilihat anggota Polsek Blimbing. Lalu polisi mengejar enam pelaku perampokan itu dan berkoordinasi dengan Polsek Singosari. Sebab, mereka kabur ke arah Singosari.

Polisi menghadang kawanan perampok itu di Jalan Mondoroko. Saat kawanan perampok yang biasa beraksi di sepanjang jalan Pandaan-Lawang itu tiba di lokasi, langsung dihadang.

Kawanan perampok itu melakukan perlawanan. Mereka tidak hanya berusaha membacok polisi dan anggota TNI yang kebetulan membantu polisi. Mereka juga menyerang dengan bom rakitan jenis bondet.

Bom rakitan itu ternyata mengenai anggota TNI yang identitasnya masih dirahasiakan. Anggota TNI yang membantu polisi itu mengalami luka parah, terutama di bagian mukanya. Sehingga, harus dirawat secara intensif fi RS Supra’un.

Polisi selain menembak mati satu tersangka juga berhasil membekuk tiga tersangka lain. Mereka adalah KM dan IF. Satu tersangka lagi berlagak kurang waras, sehingga belum diketahui identitasnya. Sedangkan dua tersangka lain masih diburu polisi. @putut_aji_dr

Baca Juga:  Polisi temukan bendera Bintang Kejora dari wisma mahasiswa Papua di Surabaya