LENSAINDONESIA.COM: Menjelang Ramadhan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan jajarannya terus melakukan pemberantasan judi di wilayah hukumnya. Bersandi Operasi Cipta Kondisi selama 30 hari, polisi mengamankan 51 tersangka dari 43 kasus perjudian ini.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Aries Syahbudin mengatakan, kasus perjudian di wilayahnya cukup menonjol. Hal itu nampak dengan jumlah tersangka yang berhasil dibekuk dari berbagai kasus perjudian.

“Sesuai perintah Kapolda Jatim untuk terus menggalakkan Operasi Cipta Kondisi terutama jelang Ramadhan, kami terus memberantas perjudian, Miras dan Narkoba yang selama ini memang telah menjadi penyakit masyarakat,” jelas AKBP Aries Syahbudin

Dari bebagai kasus perjudian yang mengakar di masyarakat, yang paling menonjol adalah judi merpati dan togel. Namun seiring datangnya event Piala Dunia, maka judi taruhan sepakbola juga meningkat tajam. “Judi Bola sendiri kini modusnya beragam Mulai melalui internet lewat online maupun via SMS sehingga sangat sulit terlacak polisi,” sambung Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak ini.

Sementara pengungkapan kasus judi terbanyak di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak, diraih Polsek Pabean Cantikan yang telah menangkap empat tersangka kasus yakni judi togel dan judi bola.

Total barang bukti yang diamankan Polres Pelabuhan tanjung Perak dan jajarannya selama menggelar Operasi Cipta Kondisi adalah ATM, merpati, monitor, CPU + keyboard, ayam, buku rekap togel dan uang Rp 30.611.000. Para tersangka dijerat pasal 303 KUHP tenga perjudian dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara. @rofik